Advertorial

Berkat UPZ Baznas Semen Padang, Ada Penggemukan Sapi di Pondok Pesantren Darul Ulum Sikakap

Usaha penggemukan sapi milik Pondok Pesantren Darul Ulum, Kecamatan Sikakap, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), tetap su

Editor: Emil Mahmud
ISTIMEWA/DOK.HUMAS PT SEMEN PADANG
Suasana di Pondok Pesantren Darul Ulum. di Pondok Pesantren Darul Ulum, Kecamatan Sikakap, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), baru-baru ini. 

Setelah yayasan didirikan, Ia pun mengunjungi kampung-kampung muslim di pedalaman Sikakap untuk meminta izin kepada orangtua yang anaknya bersekolah di Pusat Kecamatan Sikakap, agar orangtuanya bersedia menempatkan anaknya tinggal di Pesantren.

Kondisinya saat ini, diketahui secara mayoritas semua orangtua mereka, setuju anaknya tinggal di pesantren.

Pada akhir 2013, Pesantren Darul Ulum mendapatkan perhatian dari Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia melalui seorang da’i nya yang bertugas di kampung muslim Tubeket.

Melihat keadaan Pesantren yang memprihatinkan itu, Dewan Da’wah berusaha mencarikan donator untuk Pesantren Darul Ulum, sehingga pada 2014 ada seorang donatur yang bersedia untuk mewaqafkan hartanya untuk perkembangan Pesantren.

Kemudian dibelilah tanah seluas 450 meter persegi. Tanah yang masih semak belukar itu dibersihkan secara bergotong-royong oleh warga dan seluruh wali santri yang dari pedalaman Sikakap.

Setelah bersih dari semakbelukar, gotong-royong dilanjutkan dengan meratakan tanah yang masih miring.

Setelah diratakan, dibangunlah sebuah gedung berukuran 7x18 meter untuk asrama. Akhir tahun 2014, bangunan asrama tersebut sudah selesai dan siap untuk ditempati.

Kemudian, Dewan Da’wah kembali mencarikan donatur untuk operasional dan konsumsi harian pesantren, serta mengirimkan da’i nya ke Sikakap untuk membantu pembinaan santri.

Berdirinya Pondok Pesantren Darul Ulum berpengaruh besar terhadap perkembangan keagamaan masyarakat Desa Sikakap dan sekitarnya.

Hal ini ditunjukkan dengan terjadinya hubungan erat antara Pondok Pesantren dengan masyarakat, Pemerintah daerah, Departemen Sosial, Departemen Agama.

Secara kelembagaan, Pondok Pesantren Darul Ulum berada di bawah yayasan Darul Ulum. Untuk menunjang kelangsungan pesantren, Iswandi Juga mendaftarkan yayasan Darul Ulum sebagai panti asuhan yang dikelola bersama dengan Dinas Sosial Kabupaten dan Propinsi.

Dengan adanya Panti Asuhan ini, pondok pesantren mendapatkan bantuan subsidi, biaya bulanan, bantuan uang saku, buku dan sebagainya.

Baca juga: Kisah Sukses Syamsuarina, Penerima Pertama Beasiswa UPZ Baznas Semen Padang Tahun 1995

Baca juga: Selama September 2020, Polda Sumbar Amankan 43 Tersangka Penyalahgunaan Narkoba dan BB

Sedangkan, untuk sarana dan prasarana pesantren, juga ikut berkembang seiring tahun berganti.

"Saat ini, Pondok Pesantren Darul Ulum memiliki dua level pendidikan, yaitu Madrasah Ibtidaiyah (setingkat SMP dan Madrasah Aliyah (setingkat SMA). Di samping itu, juga ada Tahfidzul-Qur’an yang mendidik santri agar mempunyai keunggulan dalam aspek Al-Qur’an," kata Iswandi.

Terkait dengan bantuan modal usaha penggemukan sapi untuk Pondok Pesantren Darul Ulum Mentawai, Kepala Harian UPZ Baznas Semen Padang Muhammad Arif mengatakan bahwa pihaknya memberikan bantuan tersebut, karena program Pondok Pesantren Darul Ulum sejalan dengan program dakwah-advokasi UPZ Baznas Semen Padang.

"Kami di Mentawai juga menyebar sebanyak 51 da'i binaan kami. Dan para da'i tersebut juga berkalaborasi dengan Pondok Pesantren Darul Ulum untuk menysiarkan Islam di 'Tanah Sikerei' itu. Mudah-mudahan, Pondok Pesantren Darul Ulum Mentawai tetal survive di tengah keterbatasan finansial," kata Arif. (Adv)

Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved