Breaking News:

Kasus Rabies di Padang Masuk 3 Terbesar di Sumbar, Ranperda Pengendalian Diharapkan Jadi Solusi

Asisten 1 Pemerihan Kota Padang Edhi Hasmi mengatakan penyakit rabies di Padang tertinggi nomor tiga di Sumbar.

Penulis: Rima Kurniati | Editor: Mona Triana
tribunPadang.com/RimaKurniati
Asisten 1 Bidang Pemerintah Pemko Padang, Edhi Hasmi 

Laporan Wartawan TribunPadang.com, Rima Kurniati

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Asisten 1 Pemerihan Kota Padang Edhi Hasmi mengatakan penyakit rabies di Padang tertinggi nomor tiga di Sumbar.

"Berdasarkan data Dinkes, kasus penularan rabies di Sumbar rentang Januari sampai Juli 2009, 553 kasus,"

"Kasus gigitan hewan tertinggi ini di Dharmasraya, Tanah Datar, kemudian Kota Padang," kata Edhi Hasmi, Senin (5/10/2020).

Pemko Ajukan Ranperda AKB ke DPRD Padang, Apa Beda dengan Perda AKB Pemprov Sumbar?

Pemko Padang Sampaikan Ranperda Adaptasi Kebiasaan Baru, Pengendalian Rabies dan Narkotika

Menurutnya, penyakit yang berbahaya ini dapat menular kepada manusia, melalui hewan yang terserang virus ini.

Sementara, masyarakat belum paham adanya rabies yang dikarenakan kurang sosialiasi kepada masyarakat, terutama yang rentan terhadap penularan rabies.

"Tingginya kasus rabies, disebab rendahnya kesadaran masyarakat memilihara hewan, seperti berikan faksin atau membiarkan hewannya berkeliaran dan pengetahuan masyarakat sendiri masih rendah," ujarnya.

Pemko Ajukan Ranperda AKB ke DPRD Padang, Apa Beda dengan Perda AKB Pemprov Sumbar?

Perda AKB Berlaku di Padang; Denda untuk Warga yang Tak Pakai Masker, Sanksi Sosial Ditiadakan

Selain itu, kesadaran dan kemauan masyarakat melaporkan hewan yang terularan rabies  kepada petugas kesehatan juga rendah.

Edhi Hasmi mengatakan untuk itu Pemko Padang mengajukan Ranperda Pengendalian Rabies tersebut, untuk dijadikan peraturan daerah.

Ranperda ini mengatur tentang kewenangan, pencegahan penularan dan kewajiban dan larang, pembinaan dan pengawasan kepada masyarakat.

Pemko Padang Sampaikan Ranperda Adaptasi Kebiasaan Baru, Pengendalian Rabies dan Narkotika

Kenalkan Si Pelada, Sistem Informasi Data Pelanggar Perda Adaptasi Kebiasaan Baru di Sumbar

"Ada sanksi bagi pelanggar, yang membiarkan atau menelantarkan hewan yang terindikasi rabies," tambahnya.

Edhi Hasmi mengatakan dalam aturan ini juga diatur soal sanksi, membiarkan atau menelantarkan hewan yang terindikasi rabies.

Sanksinya berupa denda paling banyak Rp 1 Juta.

"Denda paling banyak Rp 1 Juta, tujannya agar warga tidak membiarkan hewan rabies berkeliaran, untuk menekan rabeis di Padang," tambahnya. (*)


ReplyForward

Sumber: Tribun Padang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved