Karhutla Pada Tahun 2019 Sebabkan Kerugian 75 Triliun, BBTNKS Bentuk Masyarakat Peduli Api

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) membuat kerugian ekonomi, masyarakat terdampak ISPA, dan merusak ribuan hektar lahan. Balai Besar Taman Nasional

Penulis: Rezi Azwar | Editor: Mona Triana
istimewa
Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat (BBTNKS) bentuk masyarakat peduli api, Senin (14/9/2020) 

Laporan Wartawan TribunPadang.com, Rezi Azwar

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) membuat kerugian ekonomi, masyarakat terdampak ISPA, dan merusak ribuan hektar lahan. Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat (BBTNKS) ajak masyarakat lakukan upaya pencegahan dan penanggulangan.

Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS), Taman Nasional Wilayah II Sumatera Barat, melalui Pengelolaan Taman Nasional Kerinci Seblat (SPTN) wilayah III, Kabupaten Pesisir Selatan membentuk membentuk masyarakat peduli api (MPA).

Kegiatan tersebut dilaksanakan di Hotel Saga Permai, Senin (14/9/2020), dan dihadiri oleh Kepala SPTN III Painan Laskar Jaya Permana.

BKSDA Resor Solok Terima Anak Kucing Hutan dan Kepala Rusa, Dititipkan di Kalaweit Sumatera

Kucing Hutan yang Masuk Kamar Warga di Agam Telah Dilepasliarkan, Sempat Dikira Anak Harimau

Pergi ke Kebun tapi Tak Kunjung Pulang Warga Pasbar Dilaporkan Hilang, Dulu Pernah Tersesat di Hutan

Selain itu, juga dihadiri Kepala BPBD Pessel Herman Budiarto, narasumber dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam Ade Putra, dan Gusman Efendi.

Kegiatan tersebut juga diikuti oleh perwakilan masyarakat yang berbatasan dengan kawasan TNKS di Kabupaten Pesisir Selatan.

Kepala Bidang Pengelolaan Taman Nasional Wilayah II Sumatera Barat Ahmad Darwis, melalui kepala SPTN III Painan Laskar Jaya Permana menyampaikan kegiatan tersebut untuk menumbuh kembangkan peran serta masyarakat dalam rangka pengendalian kebakaran hutan.

"Harus dilakukan penguatan kelembagaan pada masyarakat sehingga akan meningkatkan kemampuan dan kemandirian dalam pengendalian kebakaran hutan," kata dia, Senin (14/9/2020).

Ia berharap, masyarakat dapat ikut serta secara aktif dalam proses kegiatan pencegahan, pemadaman dan penanganan pasca kebakaran hutan.

Selain pemberian arahan dan penyuluhan tentang masyarakat peduli api, Laskar mengatakan kegiatan tersebut dibarengi juga dengan kegiatan praktek lapangan di lokasi Bukit Penyabungan Sago.

Terbelit Hutang Sewa Rumah, Dua Orang Pria di Padang Nekat Curi Sepeda Motor dan Ditangkap Polisi

Tayangan Anak Seribu Pulau: Anak-anak di Hutan Wasur Papua Hidup di Rumah Luas, Maksudnya Adalah

Kawasan Malvinas Dicanangkan Jadi Hutan Wisata di Padang, Mahyeldi: Pohonnya Rindang, Sungai Jernih

Kepala BPBD Pessel, Herman Budiarto, Pemkab Pessel sangat mengapresiasi ke pihak TNKS atas pembentukan masyarakat peduli api di Kabupaten Pesisir Selatan.

Ia berpesan kepada peserta agar nantinya bisa bersama-sama melaksanakan kegiatan dalam upaya pencegahan api dengan cara terus mensosialisasikannya kepada masyarakat lainya.

Sedangkan Ade Putra dan Gusman Efendi pada media menyampaikan jika untuk tahap awal baru memberikan materi tahap-tahap awal, yaitu tentang peran dan pengenalan alat.

Warga Agam Temukan Dua Anak Kucing Hutan, Ditinggal Pergi Induk dan Berumur Sekitar 1 Minggu

Jawaban Soal: Hutan Tropis Kalimantan Memiliki Keragaman Hayati yang Besar, Setujukah Kamu?

"Karhutla sepanjang tahun 2019 sudah membuat kerugian ekonomi 75 triliun, 900 ribu lebih terdampak ISPA dan merusak 800 ribuan hektar lahan sebagiannya merupakan habitat satwa," kata Ade Putra.

Disebutkannya, kalau pihak BKSDA berperan di kawasan hutan konservasi seperti cagar alam, suaka margasatwa dan taman wisata alam.

"Termasuk pengendalian kebakaran hutan dan lahan, penguatan peran serta masyarakat dalam penanganan dan pencegahan," sebutnya. (*)

Sumber: Tribun Padang
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved