Corona Sumbar
Kasus Positif Corona Terus Meningkat, Okupansi Rumah Sakit di Sumbar 60 Persen
Tingkat keterisian tempat tidur Rumah Sakit (RS) untuk penanganan Covid-19 di Sumatera Barat (Sumbar) mencapai 60 persen per, Sabtu (5/9/2020).
Penulis: Rizka Desri Yusfita | Editor: Emil Mahmud
Laporan Wartawan TribunPadang.com, Rizka Desri Yusfita
TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Tingkat keterisian tempat tidur Rumah Sakit (RS) untuk penanganan Covid-19 di Sumatera Barat (Sumbar) mencapai 60 persen per, Sabtu (5/9/2020).
Sementara, kasus positif Covid-19 di Sumbar terus bertambah bahkan meningkat tajam.
Hal ini tentunya harus ada RS lain yang disiapkan untuk menangani Covid-19 dengan persiapan matang.
Gubernur Sumbar Irwan Prayitno menyatakan, untuk mengantisipasi lonjakan kasus, rumah sakit (RS) di daerah sudah difungsikan.
• Terkait Tim Vaksin Merah Putih, Presiden Jokowi Terima di Istana Bogor
• Nenek di Padang Tewas Ditabrak Kereta Api, Korban Diduga Alami Gangguan Pendengaran
"Saya sudah perintahkan dan sudah ada suratnya," jelas Irwan Prayitno kepada TribunPadang.com, Rabu (9/9/2020).
Ia melanjutkan, tempat isolasi dan karantina pun telah diperbanyak di daerah bahkan sudah ditambah.
Antara lain di Agam, Padang Panjang, dan Padang Pariaman.
"Pokoknya banyak, rumah sakitpun nambah. Mudah-mudahan masih bisa tercover," ucap Irwan Prayinto.
Dia menambahkan, kalau 60 persen tingkat okupansi, berarti masih banyak tempat tidur di rumah sakit yang kosong.
Diantaranya RSUD Pariaman masih banyak yang kosong. Rumah Sakit Rasidin, M Djamil Padang juga masih banyak yang kosong.
"Mudah-mudahan bisa tercover, antisipasi rumah sakit daerah."
"RS daerah itu tinggal melayani saja, selama ini tidak melayani karena dari Kemenkes belum dapat izin, kecuali rumah sakit rujukan yang dibuat oleh gubernur."
"Sekarang tanpa ada surat dari Gubernur, rumah sakit daerah oleh Kemenkes sudah bisa menangani pasien covid-19 dan sudah bisa dianggarkan dan bisa klaim bayaran," jelas Irwan Prayitno.
Selain itu, upaya Sumbar untuk mengendalikan Covid-19 masih berpegang pada testing, tracing, isolasi, karantina dan rumah sakit.
Irwan Prayitno menyebut, Covid-19 di Sumbar masih terkendali atau biasa ia sebut on the track.
Ia menjelaskan, tidak on the track ketika testing tidak mampu, tracing enggak banyak, karantina, tempat isolasi sudah melimpah, hingga rumah sakit over capacity.
"Itu baru enggak bisa. Sekarang belum itu, dan mudah-mudahan tidak terjadi," harap Irwan Prayitno. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/grafis-corona-covid-19-corona.jpg)