Corona Sumbar
Fase Puncak Penambahan Kasus Covid-19, Masyarakat Harus Patuh & Disiplin terhadap Protokol Kesehatan
Andani Ajak Semua Pihak Atasi Face Puncak Covid-19 dengan Disiplin Protokol Kesehatan
Penulis: Rizka Desri Yusfita | Editor: afrizal
TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Kepala Laboratorium Diagnostik dan Riset Terpadu Penyakit Infeksi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas (Unand), Andani Eka Putra, mengatakan saat ini adalah fase puncak bertambahnya kasus terkonfirmasi Covid-19.
Angka akan terus cenderung naik begitu cepat, maka sangat perlu dilakukan testing dan isolasi, maka hasilnya akan berbeda.
Hal itu disampaikan Andani Eka Putra saat menjadi narasumber dalam rapat terbatas melalui Video Conference (Vidcon) dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) se Sumatera Barat dalam rangka antisipasi penularan Covid-19 di lingkup tenaga medis di ruang kerja Wagub Kantor Gubernur Sumbar Selasa, (1/9/2020).
• RINCIAN Tambahan 83 Pasien Positif Corona Sumbar 1 September 2020, Terbanyak dari Agam dan Padang
• Tambah 33 Kasus Positif Corona di Agam dari Tiga Klaster, Per 1 September 2020 Total 149 Orang
"Dalam konsep pandemi Covid-19 ini, kita melakukan dua cara, pertama bagaimana orang itu tidak bisa menginfeksi orang lain," kata Andani Eka Putra.
Ia melanjutkan, teknik tersebut dapat digunakan dengan cara melakukan testing, tracing, treatment dan isolasi.
Cara kedua, bagaimana seseorang itu tidak terinfeksi, caranya adalah tentu dengan menggunakan protokol kesehatan, pakai masker, cuci tangan, serta menjaga jarak.
"Ini adalah masalah kita bersama protokol kesehatan paling utama, karena tidak semua orang patuh melakukannya," terang Andani.
Selanjutnya, Andani mengatakan, masyarakat harus patuh dan disiplin terhadap protokol kesehatan.
Jika itu dilakukan, dinilai akan efektif mencegah terjadinya penularan.
Namun sangat sulit dilaksanakan, sementara tracing dan testing bisa dikembangkan, salah satu upaya adalah mendorong tracing dan testing ke depan.
Selain itu melakukan upaya-upaya, seperti pembatasan-pembatasan, namun tidak melakukan PSBB karena belum ada izin dari pemerintah.
"Selain beban biayanya besar juga sangat berat ditanggung oleh Pemprov juga efek ekonomi sosialnya juga sangat berat," ujar Andani.
Andani menyebutkan, ia sepakat melakukan pembatasan di tingkat provinsi, kemudian dengan melakukan pemeriksaan secara masif di beberapa titik.
Termasuk membatasi sejumlah kegiatan yang mengumpulkan orang banyak seperti pesta dan lainnya.
"Mungkin hal yang seperti itu perlu dibatasi, agar tidak terjadi penularan kepada banyak orang," sebut Andani.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/fakultas-kedokteran-universitas-andalas-unand-andani-eka-putra.jpg)