Pilkada Sumbar 2020

Fakhrizal-Genius Umar Ikut Daftar Koalisi Poros Baru di Pilgub Sumbar, Menjawab Maju atau Tidak

Koalisi poros baru resmi dibentuk tiga partai politik (Parpol), Partai Golkar, PKB, dan Partai Nasdem menghadapi pemilihan gubernur (Pilgub)

Penulis: Rizka Desri Yusfita | Editor: Emil Mahmud
TribunPadang.com/Rizka Desri Yusfita
Pasangan Fakhrizal dan Genius Umar 

Laporan Wartawan TribunPadang.com, Rizka Desri Yusfita

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Koalisi poros baru resmi dibentuk tiga partai politik (Parpol), Partai Golkar, PKB, dan Partai Nasdem menghadapi pemilihan gubernur (Pilgub) Sumatera Barat (Sumbar) dalam Pilkada serentak 2020.

Pendaftaran terbuka lebar untuk semua bakal calon yang akan bertarung dalam Pilgub Sumbar pada Desember 2020 mendatang.

Kesempatan itu betul-betul diambil oleh bakal pasangan bakal calon gubernur dan wakil gubernur (Bacalongub-wagub) Sumbar melalui jalur independen Fakhrizal-Genius Umar.

Bacalonwagub Independen Genius Umar mengatakan, Fakhrizal bersama dirinya akan melakukan pendaftaran di koalisi poros baru.

"Masyarakat mendesak, kepastian maju atau tidak, sehingga kami memutuskan juga ikut melalui jalur partai-politik (Parpol)," kata Genius Umar saat dihubungi TribunPadang.com, Rabu (5/8/2020) sore.

Rencananya, dia bersama bakal calon gubernur Fakhrizal akan mendaftar ke poros baru pada, Sabtu (8/8/2020).

Selain karena desakan masyarakat, Genius Umar melihat proses sengketa hasil rekapitulasi verifikasi faktual cukup panjang.

Kembali Datangi Bawaslu Sumbar, Tim Hukum Fakhrizal-Genius Lengkapi Berkas Permohonan Sengketa

Besok Batas Akhir Perbaikan Permohonan Sengketa Bakal Calon Perseorangan Fakhrizal-Genius Umar

"Perkara jalan, sementara proses (pencalonan) jalan juga, tentu kita ketinggalan kereta api, sehingga masyarakat meminta kita ikut mendaftar lewat partai-politik," tutur Wali Kota Pariaman ini.

Menurut Genius Umar, poros baru ini pasti mencari kader-kader terbaik untuk maju.

Untuk itu, ia diajak oleh perwakilan koalisi poros baru dari DPD Partai Golkar Afrizal, terus maju lewat partai-politik.

"Ada ajakan dari koalisi poros baru dan kami menerima tawaran itu," jelas Genius Umar.

Untuk sengketa, kata Genius Umar, tetap dilakukan tujuannya untuk membersihkan lembaga publik dan harus dikoreksi bersama-sama.

Kata dia, masyarakat harus tahu kinerja KPU dan bagaimana KPU melakukan tugas sehingga verifikasi faktual hasilnya tidak sesuai dengan apa yang pihaknya harapkan. (*)

Sumber: Tribun Padang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved