Breaking News:

BMKG: Peringatan Gelombang Tinggi Perairan Sumbar 21-22 Juli 2020, Waspada di Kepulauan Mentawai

BMKG Maritim Teluk Bayur mengeluarkan peringatan gelombang tinggi di beberapa wilayah perairan Sumatera Barat, Selasa (21/7/2020).

TRIBUNPADANG.COM/REZI AZWAR
Ilustrasi gelombang tinggi di perairan Sumbar 

Laporan Wartawan TribunPadang.com, Rezi Azwar

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Maritim Teluk Bayur mengeluarkan peringatan gelombang tinggi di beberapa wilayah perairan Sumatera Barat, Selasa (21/7/2020).

Peringatan yang dikeluarkan BMKG Maritim Teluk Bayur pada Selasa 21 Juli 2020 dari pukul 19.00 WIB sampai dengan Rabu 22 Juli 2020 pukul 07.00 WIB.

Prakirawan BMKG Maritim Teluk Bayur, Budi Iman Samiaji saat dihubungi TribunPadang.com menyebutkan, adanya potensi gelombang dengan tinggi 0.25 - 1.25 meter di daerah Perairan Pesisir Barat Kabupaten Pasaman Barat hingga Pesisir Barat Kabupaten Pesisir Selatan.

Waspadai Gelombang Tinggi di Perairan Sumatera Barat, Berpotensi Terjadi di Kepulauan Mentawai

Ia juga mengatakan waspada terhadap potensi gelombang dengan tinggi 1.25 - 2.50 meter di daerah perairan Pesisir Barat Bengkulu.

Budi Iman Samiaji juga menyebutkan waspada adanya potensi gelombang dengan tinggi 1.50 - 3.00 meter di daerah perairan barat Pulau Siberut, Pulau Sipora, Pulau Pagai Utara dan Selatan, serta pulau Enggano.

"Waspada potensi gelombang dengan tinggi 3.00 - 4.00 meter diperkirakan akan terjadi di daerah Samudra Hindia Barat Kepulauan Mentawai hingga Samudra Hindia Barat Bengkulu," katanya, Selasa (21/7/2020).

Selain gelombang, Budi Iman Samiaji juga menyebutkan prakiraan Pasang Surut di Teluk Bayur pada Selasa 21 Juli 2020 dari pukul 19.00 WIB sampai dengan Rabu 22 Juli 2020 pukul 07.00 WIB.

BMKG: Peringatan Gelombang Tinggi Perairan Sumbar 20-21 Juli 2020, Waspada di Pulau Siberut

"Diprediksi terjadinya pasang dengan ketinggian 1.4 meter pukul 07.00 WIB dan surut sekitar 0.2 meter sekitar pukul 01.00 WIB pada Rabu (22/7/2020)," katanya.

Ia juga berharap untuk mewaspadai ketinggian gelombang lebih dari 1.25 meter untuk perahu nelayan.

"Waspadai ketinggian gelombang lebih dari 1.50 meter untuk kapal tongkang, lebih dari 2.50 meter untuk kapal fery, dan lebih dari 4.00 meter untuk kapal kargo atau pesiar," ujarnya. (*)

Penulis: Rezi Azwar
Editor: Saridal Maijar
Sumber: Tribun Padang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved