Harimau Tertangkap di Pariaman
Terkait Pelepasliaran Harimau Sumatera, Yayasan ARSARI Djojohadikusumo Punya Usulan
Yayasan ARSARI Djojohadikusumo (YAD) telah mengusulkan jadwal rencana lepas liar Harimau Sumatera yang ada di Pusat Rehabilitasi Harim
Penulis: Rezi Azwar | Editor: Emil Mahmud
Laporan Wartawan TribunPadang.com, Rezi Azwar
TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Yayasan ARSARI Djojohadikusumo (YAD) telah mengusulkan jadwal rencana lepas liar Harimau Sumatera yang ada di Pusat Rehabilitasi Harimau Sumatera Dharmasraya (PR-HSD).
Lepas liar tersebut diusulkan kepada Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumbar.
Manager Operasional PR-HSD ARSARI, Saruedi Simamora mengatakan bahwa ada satu harimau yang baru masuk dalam kondisi baik.
Hanya saja, ada luka lecet di bagian muka harimau yang masuk perangkap di Kabupaten Padang Pariaman, Provinsi Sumbar tersebut.
Selanjutnya, harimau tersebut diberi nama Ciuniang Nurantih yang berarti gadis kecil dan diberi oleh masyarakat setempat.
• BREAKING NEWS: Harimau Sumatera Tertangkap di Lubuk Alung Padang Pariaman, Masuk Kerangkeng Besi
• Objek Wisata Bukit Nobita di Padang Siap Dikembangkan, Disparbud : Jalan ke Lokasi Segera Dibangun
“Tentu ini menjadi tantangan bagi kami untuk bisa segera merehabilitasi dan mempersiapkan Ciuniang Nurantih maupun keempat Harimau Sumatera lainnya di PR-HSD ARSARI untuk segera dilepasliarkan sesuai dengan misi Yayasan ARSARI,” jelas Simamora, Selasa (14/7/2020).
Ia berharap, harimau-harimau tersebut bisa segera dilepasliarkan yang terdiri dari Putri Singgulung, Putra Singgulung, Ciuniang Nurantih, dan Harimau Ria dari Riau.
Secara terpisah, Direktur Eksekutif Yayasan ARSARI Djojohadikusumo Catrini Kubontubuh mengatakan bahwa ia telah mengusulkan kepada Kepala Balai KSDA Sumatera Barat untuk menjadwalkan rencana lepas liar.
"Selambat-lambatnya pada akhir Juli 2020 ini. Yayasan ARSARI saat ini sedang mempersiapkan pengadaan GPS collar ," ujarnya.
• Harimau Betina Tertangkap di Lubuk Alung Padang Pariaman Dibawa ke Pusat Rehabilitasi di Dharmasraya
• Harimau Ciuniang Nurantih Mengalami Luka Lecet, Ketahuan Seusai Evakuasi ke PR-HSD ARSARI
Kata dia, GPS collar akan dipakaikan kepada satwa yang akan dilepas-liar, sehingga pergerakannya bisa dipantau.
"Sampai saat ini kami sedang menunggu keputusan dari Kementerian LHK untuk persetujuan lepas liar tersebut," katanya.
Terpisah, Ketua Yayasan ARSARI Djojohadikusumo, Hashim Djojohadikusumo berharap kepada masyarakat agar menjaga kelestarian hutan
"Mari kita semua berperan aktif menjaga kelestarian hutan dan tidak merusaknya demi memberikan ruang kehidupan bagi satwa liar," ujar Hashim Djojohadikusumo.
Kata dia, bila harimau dan satwa liar lainnya keluar dari hutan yang dirusak, maka itu bukanlah kesalahan mereka.
"Namun, itu akibat dari keserakahan manusia yang seharusnya bisa hidup berbagi bumi dengan semua ciptaanNya," katanya.
Ia mengataman, peranan masyarakat dalam menciptakan harmonisasi antara manusia dengan satwa liar sangatlah penting.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/snurantiah-harimau.jpg)