Breaking News:

Tak Ada Lagi ODP PDP OTG Covid-19, Ganti Kasus Suspek, Kasus Probable dan Kasus Konfirmasi

Tak Ada Lagi ODP PDP OTG untuk Pasien Covid-19, Ganti Kasus Suspek, Kasus Probable dan Kasus Konfirmasi

KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG
Menteri Kesehatan, Terawan 

TRIBUNPADANG.COM- Istilah ODP, PDP hingga OTG sudah biasa didengar kala menyebut kasus Covid-19 atau Corona di Indonesia.

Namun, ke depan istilah ODP, PDP hingga OTG ini tak akan lagi digunakan dalam merujuk status pasien Corona.

Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto resmi menghapus penggunaan istilah ODP, PDP hingga OTG.

Penghapusan ODP, PDP hingga OTG ini tertuang dalam Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia dengan nomor HK.01.07/MENKES/413/2020 tentang Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 yang ditandatangani pada Senin (13/7).

Update Covid-19 di Sumbar: Bertambah 5 Kasus Positif, Total 805 Per 14 Juli 2020

UPDATE Covid-19 Kabupaten Solok Per 13 Juli 2020: 1 Dirawat, 3 Meninggal Dunia dan 6 Sembuh

Sebutan atau istilah yang telah dihapus itu diantaranya orang dalam pemantauan (ODP), pasien dalam pengawasan (PDP), dan orang tanpa gejala (OTG) untuk pasien Covid-19.

Istilah ODP, PDP dan OTG itu kini diganti dengan istilah kasus suspek, kasus probable, kasus konfirmasi dan kontak erat seperti yang tercantum pada halaman 31 bab definisi operasional.

Melansir Kompas.com, dalam Kepmen yang ditandatangani pada 13 Juli 2020 tersebut, Menkes Terawan mengganti istilah orang dalam pemantauan ( ODP), pasien dalam pengawasan ( PDP), dan orang tanpa gejala ( OTG) dengan sejumlah definisi baru.

Dikutip dari lembaran Kepmenkes tersebut, Selasa (14/7/2020), ODP berubah istilahnya menjadi kontak erat, PDP menjadi kasus suspek, dan OTG menjadi kasus konfirmasi tanpa gejala (asimptomatik).

Berikut ini rincian definisi operasional yang baru menurut Kepmenkes:

1. Kasus suspek

Halaman
1234
Editor: afrizal
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved