Breaking News:

PSBB Sumbar

PLN Tegaskan Tidak Ada Kenaikan Tarif Listrik, Hanya Terjadi Pergeseran Selama PSBB

PLN Unit Induk Wilayah (UIW) Sumbar menanggapi berbagai keluhan dan pengaduan masyarakat terkait lonjakan tagihan listrik pelanggan r

ISTIMEWA
PLN Sumbar mengadakan temu silaturrahmi dan sinergi dengan para opinion leader dan tokoh masyarakat Sumbar di Grand Inna Muara Hotel, Rabu (10/6/2020). 

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - PLN Unit Induk Wilayah (UIW) Sumbar menanggapi berbagai keluhan dan pengaduan masyarakat terkait lonjakan tagihan listrik pelanggan rumah tangga selama masa pandemi covid-19.

Hal itu terlihat ketika PLN Sumbar mengadakan temu silaturrahmi dan sinergi dengan para opinion leader dan tokoh masyarakat Sumbar pada Rabu (10/6/2020) di Grand Inna Muara Hotel.

Rilis yang diterima TribunPadang.com, Kamis (11/6/2020) menyebutkan GM PLN UIW Sumbar, Bambang Dwiyanto menegaskan bahwa tidak ada kenaikan tarif listrik sejak Tahun 2017.

Penyebab utama terjadinya lonjakan tarif listrik pada sebagian pelanggan adalah karena pergeseran aktivitas masyarakat dari semula di luar ruangan menjadi di rumah masing-masing akibat kebijakan PSBB.

“Kami sampaikan bahwa tidak ada kenaikan tarif listrik sejak tahun 2017, penyebab kenaikan tagihan listrik adalah pemakaian pelanggan yang meningkat, karena di rumah saja sejak pandemi merebak," kata Bambang Dwiyanto.

Bambang Dwiyanto mengatakan karena bulan Suci Ramadan dan Idul Fitri 1441 H yang membuat peningkatkan pemakaian listrik karena ibadah yang dilakukan di rumah.

Selain itu, Bambang juga mengungkapkan bahwa adanya kekurangan tagihan, karena catat meter rata-rata kemarin juga menjadi salah satu penyebab lonjakan tagihan.

Sejauh ini lanjutnya, kehadiran posko dan contact center PLN 123 juga menjadi salah satu langkah aktif PLN untuk merespon segala keluhan pelanggan.

"PLN juga telah memberlakukan skema perlindungan konsumen untuk meringankan beban, dengan melakukan kunjungan dan sosialisasi ke pelanggan yang mengalami kenaikan tagihan," ujarnya.

Dikatakannya, dengan skema perlindungan konsumen ini, maka lonjakan yang melebihi 20 persen akan ditagihkan pada Bulan Juni sebesar 40 persen dari selisih lonjakan.

Sedangkan, sisanya ungkapnya dibagi rata tiga bulan pada tagihan berikutnya.

"Diharapkan, skema tersebut dapat mengurangi keterkejutan sebagian pelanggan yang tagihannya meningkat tajam," katanya.

YBM PLN UP2B dan DD Singgalang Serahkan Bantuan Sembako untuk Warga Sintuak Padang Pariaman

YBM PLN Teluk Sirih Bersama Rumah Zakat Sumbar Serahkan Bantuan untuk Dhuafa dan Anak Yatim

Ia berusaha mencari jalan keluar atas keluhan pelanggan yang mengalami lonjakan tagihan, sehingga membebani pelanggan akibat adanya pandemi Covid-19.

Turut hadir Kepala Bidang Energi Dinas ESDM Provinsi Sumbar, Kepala Dinas Perindag Provinsi Sumbar, Kepala Dinas Kominfo Provinsi Sumbar, Rektor Universitas Andalas (Unand), Rektor Universitas Negeri Padang (UNP), Ombudsman Sumbar, YLKI Sumbar, Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen, dan Masyarakat Kelistrikan Indonesia.(rls/TribunPadang.com/Rezi Azwar)

Penulis: Rezi Azwar
Editor: Emil Mahmud
Sumber: Tribun Padang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved