Corona Sumbar

Pasar Raya Padang, Klaster Terbesar Penyebaran Virus Corona di Sumatera Barat

Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Irwan Prayitno menyebut klaster terbesar penyebaran virus corona atau Covid-19 di Sumbar adalah Pasar Raya Padang.

Tayang:
Penulis: Rizka Desri Yusfita | Editor: Mona Triana
Tangkapangambar/facebook
Penyemprotan disinfektan di Pasar Raya Padang, Senin (20/4/2020). Petugas menyisiri tiap toko dan areal yang digunakan pedagang 

Laporan Wartawan TribunPadang.com, Rizka Desri Yusfira

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Irwan Prayitno menyebut klaster terbesar penyebaran virus corona atau Covid-19 di Sumbar adalah Pasar Raya Padang.

Menurutnya, pengendalian penyebaran kasus di Pasar Raya Padang sedikit mengalami kesulitan karena ada aktivitas orang berjualan.

"Di sana, tidak tahu siapa yang datang, tahu-tahu sudah terpapar, hal itu dinilai susah untuk mengendalikan," terang Irwan Prayitno saat ditemui, Kamis (14/5/2020).

Gubernur Irwan Prayitno: 80,59 Persen Pasien Positif Corona di Sumbar Berstatus OTG dan ODP

Tambah 3, Total Pasien Sembuh dari Infeksi Virus Corona di Sumatera Barat 86 Orang

Untuk Pasar Raya, kata dia, orang yang datang tidak pakai data.

Ia mengatakan, pihaknya masih berjuang untuk mengendalikan penyebaran kasus di Pasar Raya Padang.

Bahkan, sudah dilakukan penutupan pasar dan pengambilan swab bagi 1.000 pedagang di pasar raya.

"Sudah dilakukan pengambilan sampel 600 orang, besok tambah lagi, tiga hari ke depan 1.000 untuk pasar raya," ucap Irwan Prayitno.

Syarat Pelaksanaan Salat Jumat Berjemaah di Padang, Tak Ada Kasus Positif Corona di Wilayah Masjid

Gubernur Ungkap Penyebab Kasus Positif Corona di Sumbar Terus Meningkat: Jangan Dipandang Negatif

Kalau sudah 1.000 orang, menurutnya, akan mudah diketahui nantinya siapa yang terpapar dan tidak.

Ia berharap jumlah kasus menurun, kalau masih ada tercecer satu hingga dua orang yang OTG, jumlah kasus bisa bertambah.

Hal yang sama juga sulit dilakukan di tempat pelayanan kesehatan.

Ketika di pasar susah, sama juga dengan pelayanan kesehatan. Orang yang datang itu cukup banyak.

Ia mencontohkan, kasus positif Covid-19 di IGD Padang Panjang.

Lazio Protes Gegara Peraturan Ketat, Soal Pencegahan Virus Corona di Serie A

WHO Memperingatkan Dunia Harus Belajar Hidup Berdampingan dengan Virus Corona

"Untung di IGD, walaupun 22 orang, 10 sudah sembuh, tinggal 12 orang. Sampel yang sudah diambil 723 orang, beres itu. Langsung melandai dan stop," sebut Irwan Prayitno.

Ia menyebut, dari sekitar 15 sampai 16 klaster di Kota Padang, sudah ada 8 klaster yang putus kasus penyebarannya.

"Di Padang dari sekian klaster setengahnya sudah tutup, karena surveilans berani dan siap untuk mentracing, itu yang paling penting, tracing yang maksimal dan masif sehingga bisa mengendalikan," ujar Irwan Prayitno.

Rincian 32 Tambahan Pasien Positif Corona di Sumbar Hari Ini, Total jadi 371 Kasus

BREAKING NEWS: Per 14 Mei 2020, Kasus Virus Corona di Sumatera Barat Tembus Angka 371

Irwan Prayitno menilai, meski pun hingga kini masih cenderung ada peningkatan kasus positif Corona di Sumbar, pihaknya sudah melakukan penanganan dengan baik.

Dia mengatakan, sebentar lagi Sumbar memasuki fase puncak dan setelah itu diharapkan terus turun.

Irwan Prayitno mengaku optimistis kurva kasus Covid-19 di wilayahnya bisa segera selesai dalam waktu dekat ini.

Ia menambahkan, dari 19 kabupaten dan kota di Sumbar, ada 3 daerah yang negatif kasus Covid-19 atau menjadi zona hijau yaitu Sawahlunto, Sijunjung, dan Kota Solok.

Pasien Positif Corona di Tanah Datar Sumbar Meninggal Dunia, Masih Remaja 16 Tahun

Seorang Pelajar di Dharmasraya Dinyatakan Positif Corona, Berikut Ini Riwayat Lengkapnya

Ia meminta dinas kesehatan di Kabupaten Kota bisa bergerak cepat untuk melakukan pemeriksaan masif kepada para warganya.

Menurutnya, laju penyebaran Covid-19 di Sumbar berhasil ditekan dengan diterapkannya pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dan pemeriksaan secara masif.

Hal ini berarti ditemukan orang-orang yang berpotensi menularkan sehingga bisa diputus mata rantai Covid-19.

Sudah 339 Kasus Positif Corona di Sumbar, Ini Rincian 20 Tambahannya, Ada Bocah 9 Tahun

Kasus Perdana, Warga Pesisir Selatan Positif Corona Meninggal Dunia, Dikebumikan di Padang

"Coba bayangkan kalau orang tanpa gejala tidak teridentifikasi, berapa banyak orang-orang akan terinfeksi oleh mereka sehingga kasus semakin membesar," terang Irwan Prayitno.

Ia menjelaskan hingga saat ini pihaknya bisa mengendalikan penyebaran kasus Covid-19, buktinya Tarusan, Pesisir Selatan.

Klaster-klaster penyebaran Covid-19 di daerah-daerah lainnya di Sumbar juga saat ini sudah mulai menunjukkan penurunan.

Jumlah kasus menurun, Pasaman Barat dan Pariaman tidak ada lagi kasus Covid-19 karena sudah sembuh. (*)

Sumber: Tribun Padang
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved