Breaking News:

Corona Sumbar

Hasil Pool Test Covid-19 Lima Daerah di Sumbar, Untuk Solok Selatan Negatif dan Aman

Lima daerah di Sumatera Barat (Sumbar) telah melakukan pool test Covid-19. Antara lain Kabupaten Solok Selat

Penulis: Rizka Desri Yusfita
Editor: Emil Mahmud
TribunPadang.com /Rizka Desri Yusfita
Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno 

Laporan Wartawan TribunPadang.com, Rizka Desri Yusfita

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Lima daerah di Sumatera Barat (Sumbar) telah melakukan pool test Covid-19.

Antara lain Kabupaten Solok Selatan, Lima Puluh Kota, Sijunjung, Kota Solok, dan Sawahlunto.

Gubernur Sumbar Irwan Prayitno menyatakan, lima daerah tersebut belum ada warganya yang positif terinfeksi virus corona atau masih kategori negatif.

"Dari kelima daerah negatif itu, tiga daerah dites melalui metode pool test dari Laboratorium Pusat Diagnostik dan Riset Penyakit Infeksi Universitas Andalas, Padang," kata Irwan Prayitno saat ditemui, Senin (4/5/2020).

Irwan Prayitno melanjutkan pool test di daerah itu direkomendasikan secara random 100 spesimen.

Warga yang dites adalah Orang dalam Pemantauan (ODP), Orang Tanpa Gejala (OTG), dan pendatang.

PSBB Tidak Hanya Menurunkan Penyebaran Kasus, Tetapi Proses Mendidik Masyarakat untuk Disiplin

BREAKING NEWS: Tambah 13 Pasien Positif Corona di Sumbar Hari Ini, Total jadi 195 Kasus

"Mereka sudah dites dengan metode pool test tetap masih negatif. Dari lima daerah, Solok Selatan sebetulnya sudah termasuk daerah aman," ungkap Irwan Prayitno.

Mengingat Kabupaten Solok Selatan bagian dari Sumbar, mau lepas atau bebas dari PSBB atau tidak, keputusannya baru Selasa (5/5/2020) besok.

Untuk empat daerah lainnya juga negatif, tetapi untuk mengawal dan mengisolasi agak berat.

Alasannya, empat daerah tersebut merupakan daerah perbatasan, daerah perlintasan, dan banyak pergerakan.

"Empat daerah itu yang kita khawatirkan," terang Irwan Prayitno.

Sementara, Solok Selatan memang akses masuk dan keluarnya sudah terhambat.

Sebelumnya, jalan lintas Padang-Solok Selatan sudah putus total akibat timbunan material longsor sehingga orang dari luar tidak bisa masuk.

"Sudah lockdown alam, gak bisa lagi orang keluar masuk dan menularkan," sebut Irwan Prayitno. (*)

Sumber: Tribun Padang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved