Breaking News:

PSBB Sumbar

Gubernur Irwan Prayitno: Perpanjangan PSBB Sumbar Bisa Hingga 22 atau 29 Mei 2020

Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Irwan Prayitno menyebut semua kabupaten dan kota di Sumbar sudah sepakat dan ingin meneruskan PSBB.

Penulis: Rizka Desri Yusfita
Editor: Emil Mahmud
TribunPadang.com /Rizka Desri Yusfita
Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno 

Laporan Wartawan TribunPadang.com, Rizka Desri Yusfita

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Irwan Prayitno menyebut semua kabupaten dan kota di Sumbar sudah sepakat dan ingin meneruskan PSBB.

Perpanjangan itu didasarkan pada hasil evaluasi, namun Selasa (5/5/2020) akan ditentukan tanggal pelaksanaannya.

"Bisa diperpanjang sampai 22 Mei atau 29 Mei, kenapa 29 Mei? karena keadaan darurat nasional Covid-19 akan aktif hingga 29 Mei 2020. Darurat provinsi juga 29 Mei 2020," ujar Irwan Prayitno, Senin (4/5/2020).

Irwan Prayitno menuturkan, lama penerapan PSBB tahap kedua di Sumbar bisa lebih dari 14 hari.

"Lamanya (kemungkinan) lewat dari lebaran. Kalau lebaran gak ada PSBB, gawat itu," ujar Irwan Prayitno.

Ia melanjutkan, karena seandainya jika ada yang positif, berarti yang positif ini bisa menularkan dan positif covid-19 di Sumbar akan bertambah.

ACT Padang Serahkan Bantuan 10 Ton Beras Untuk Warga Terdampak Pandemi Covid-19

PSBB Sumbar Jilid II Segera Diterapkan, Pelonggaran untuk Daerah yang Negatif Covid-19

Hal itulah yang jadi pertimbangan PSBB diterapkan lebih lama di Sumbar.

"Itu mungkin pertimbangannya kesitu. Waktu lebih lama tidak masalah. Namun semua tergantung kesepakatan bersama semua bupati dan walikota se-Sumbar besok, Selasa (5/5/2020)," tegas Irwan Prayitno.

Irwan Prayitno menjelaskan, PSBB jilid II akan ada pelonggaran bagi daerah-daerah yang negatif Covid-19, namun tetap ada penegasan.

Ia mengatakan penegasan di perbatasan antar kabupaten dan kota, lalu di pasar, masjid, itu sudah beriringan dengan Permenhub 25.

"Itu sudah mulai. Pihak kepolisian diminta memberikan pengertian. Untuk pasar, sudah dari awal ditegaskan, tapi perlu ditegaskan lagi," imbuh Irwan Prayitno.

Orang nomor satu di Sumbar ini juga menyebut awalnya kepala daerah, ada yang mengusulkan menutup sebagian pasar dan ada yang dibatasi jamnya.

Namun, bupati dan wali kota dalam perjalananya, tidak mungkin melakukan itu karena mayoritas di pasar pedagang.

"Mereka butuh makan, makanya dibatasi hingga pukul 16.00 WIB. PSBB berikutnya pasar tetap dibuka, tapi lebih ditegaskan," jelas Irwan Prayitno. (*)

Sumber: Tribun Padang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved