Seorang Warga Kabupaten Agam Meninggal Dunia Diterkam Buaya, BKSDA Pasang Perangkap
Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat melalui Resor Agam pasang perangkap untuk dapat mengevakuasi satwa Buaya Muara
Penulis: Rezi Azwar | Editor: Mona Triana
Laporan Wartawan TribunPadang.com, Rezi Azwar
TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat melalui Resor Agam pasang perangkap untuk dapat mengevakuasi satwa Buaya Muara (Crocodylus porosus) yang muncul di sungai batang Alahan Anggang, Jorong Pasar Bawan, Nagari Bawan, Kecamatan Ampek Nagari, Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat.
• VIDEO - Dieram Selama 90 Hari, Telur Buaya Muara Menetas di Tiku V Jorong Kabupaten Agam
• Kakek 75 Tahun Diserang Buaya Panjang 5 Meter di Agam Sumbar, Warga Temukan Lukah Penangkap Ikan
Setelah terjadinya konflik antara manusia dan satwa liar jenis buaya tersebut pada hari Selasa (14/4/2020) yang lalu, hingga menyebabkan korban Kundari (75) meninggal dunia.
Sebelumnya, seorang warga digigit dan diseret buaya ke dasar sungai sekitar pukul 17.00 WIB ketika sedang mencari ikan.
• Buaya 5 Meter Serang Kundori di Pasar Bawan, Warga Lihat Korban Digigit & Diseret Saat Tangkap Ikan
• BREAKING NEWS: Seorang Warga Agam Diterkam Buaya saat Menangkap Ikan, Korban Tewas
Jasad korban ditemukan sudah meninggal dunia sekitar lima meter dari lokasi diserang.
Pengendali Ekosisten Hutam BKSDA Resor Agam, Ade Putra saat dihubungi oleh TribunPadang.com mengatakan pihaknya telah melakukan penyisiran.
"Kami telah melakukan penyisiran selama tiga hari di sepanjang aliran sungai tersebut untuk mengetahui keberadaan dan penyebab satwa tersebut bertindak agresif," ujarnya, Kamis (23/4/2020).
• Telur Buaya Muara Menetas di Tiku V Jorong Kabupaten Agam, Dieram Selama 90 Hari
• Buaya Terlilit Ban Bertahun-tahun di Palu, Ada yang Bisa Menyelamatkannya? BKSDA Siapkan Imbalan
Ia telah melakukan penyisiran sejauh 5 kilometer selama tiga hari.
"Satwa tersebut belum berhasil ditemukan dan tidak muncul di sepanjang aliran sungai batang Alahan Anggang," ujarnya.
Ia mengatakan karena tidak juga muncul, BKSDA menghentikan sementara pemantauan di lapangan.
• Buaya Muara Seusai Menetaskan Telur Lalu Begini Perlakuan Induk pada Anaknya
• BKSDA Sebut Induk Buaya Muara Bertelur di Kebun Sawit akan Menjaga Telurnya 24 Jam
"Akhirnya, pada hari Selasa (21/4/2020) kami kembali mendapatkan laporan informasi dari Camat Ampek Nagari dan masyarakat bahwa satwa buaya tersebut muncul hingga mulai sering naik ke daratan," katanya.
Ia menyebutkan dari informasi tersebut, pihaknya langsung melaksanakan penanganan di lokasi bersama-sama dengan masyarakat dan pihak PT AMP Plantation melakukan penyisiran.
• BKSDA Sebut Induk Buaya Muara Bertelur di Kebun Sawit akan Menjaga Telurnya 24 Jam
• Tersangkut Jaring Nelayan, Satu Ekor Buaya Diserahkan Damkar Kota Padang ke BKSDA
"Selain melakukan penyisiran, kita juga memasang kandang jebakan dalam rangka untuk evakuasi satwa buaya tersebut," katanya.
Ia menyebutkan memasang dua unit kandang jebakan dengan menggunakan umpan akan dilakukan selama tujuh hari ke depan. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/petugas-bksda-dan-masyarakat-pada-saat-memasang-perangkap.jpg)