Berita Sumatera Barat

VIDEO - Diduga Cabuli Anak Bawah Umur hingga 8 Kali, Pemuda di Dharmasraya Ancam Korban

Gabungan Unit Reskrim Polsek Koto Baru dan Reskrim Polres Dharmasraya menangkap pelaku pencabulan terhadap

Laporan Wartawan TribunPadang.com, Rezi Azwar

TRIBUNPADANG.COM, DHARMASRAYA - Gabungan Unit Reskrim Polsek Koto Baru dan Reskrim Polres Dharmasraya menangkap pelaku pencabulan terhadap seorang anak bawah umur di Jorong Sungai Kalang 1 Nagari Tiumang, Kecamatan Tiumang, Kabupaten Dharmasraya, Provinsi Sumatera Barat.

Kapolres Dharmasraya AKBP Aditya Galayudha Ferdiansyah, didampingi Kapolsek Koto Baru AKP Nafris, dan Kasat Reskrim AKP Suyanto mengatakan pelaku diamankan Minggu (19/4/2020) lalu.

Bantu APD untuk Tenaga Medis Lawan Corona, Murid Kelas 4 SD di Dharmasraya Relakan Tabungan Setahun

Kapolsek Koto VII Sijunjung Relakan Ayam Peliharaannya Dijadikan Lauk untuk Santri yang Isolasi Diri

Ia mengatakan pelaku pencabulan terhadap anak di bawah umur tersebut berinisial AS (32), warga Kecamatan Tiumang, Kabupaten Dharmasraya.

Pelaku melakukan aksinya hingga delapan kali. 

Pencabulan terhadap korban dilakukan pertama kali 10 Agustus 2019 silam. 

Bukan saja dicabuli, korban juga diancam setiap pelaku melakukan aksinya. 

"Pelaku melakukan aksinya berulangkali terhadap Mawar (nama samaran) sebanyak delapan kali sejak (10/8/2019) yang lalu, dan juga melakukan pengancaman kepada korban," ujar Kapolres, Selasa (21/4/2020).

UPDATE Corona Sumbar Senin (20/4/2020), Tak Ada Tambahan dan Masih 74 Positif

13 Pasien Positif Corona di Sumbar Berhasil Sembuh, 20 Orang Masih Dirawat di Sejumlah Rumah Sakit

Penangkapan tersangka ini berdasar pada laporan orang tua korban yang datang ke Polsek Koto Baru melaporkan aksi pelaku.

"Mendapat laporan dari orang tua korban, Polisi bergerak cepat dan berhasil menangkap tersangka di rumahnya," jelasnya.

Saat ini, pelaku tengah mendekam di sel Mapolres untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

"Tersangka akan dijerat dengan Undang-Undang nomor 17 tahun 2016 dan Penetapan Peraturan Pemerintah pengganti Undang-undang Nomor 23 tahun 2002 dengan ancaman minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun penjara," pungkasnya. (*)

Penulis: Rezi Azwar
Editor: Emil Mahmud
Sumber: Tribun Padang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved