Corona Sumbar

VIRAL Video Wakil Satgas Covid-19 Bukittinggi, Ajarkan Putrinya Mengaji Sambil Jaga Jarak

Baru-baru ini beredar viral video di media sosial seorang ayah mengajarkan anaknya mengaji dari kejauhan atau jaga jarak.

Tayang:
Editor: Emil Mahmud
Tangkapan layar video conference bersama IJTI Sumbar
Wakil Ketua Satgas Covid-19 RSAM Bukittinggi dr Deddy Herman. 

TRIBUNPADANG.COM - Baru-baru ini beredar viral video di media sosial seorang ayah mengajarkan anaknya mengaji dari kejauhan atau jaga jarak.

Adalah dr Deddy Herman yang juga Wakil Ketua Satgas Covid-19 Rumah Sakit Achmad Mochtar (RSAM) Bukittinggi, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar).

Dokter Deddy Herman menyempatkan melihat anaknya dan mengajarkan mengaji disela kesibukannya menangani pasien Covid-19 di RSUD Dr Achmad Mochtar Kota Bukittinggi  atau RSAM Bukittinggi tersebut.

Di video itu Dokter Deddy terlihat membimbing putrinya dari bawah rumahnya untuk membaca surat Al Qadr.

Sedangkan, sang putri ada di lantai dua rumahnya sambil memandangi sang ayah dari atas.

Melihat video ini para warga net memberikan semangat dan doa buat dr Herman. 

Video yang diunggah dari akun Instagram @titieksoeharto, hingga Sabtu (4/4/2020) telah tayang atau ditonton sebanyak 42 ribu kali lebih.

Selain itu, tanggapan dan komentar netizen pun mengalir setelah menyaksikan unggahan video lewat tayangan di akun Instagram tersebut.

udinayudin16: Subhanallah.semoga dr.Deddy dijaga oleh Allah dalam mengemban tugas mulia di garda terdepan

Selamat bertugas Dr...smg sehat selalu dlm menjalankan tugas garda terdepan....Aamiin

POPULER SUMBAR - Prediksi Puncak Corona Terjadi di Akhir Mei| Reagen di Lab FK Unand Mulai Habis

POPULER PADANG -Wanita Hamil dan Oknum Mahasiswa di Kontrakan| UPDATE Seputar Corona

llah... Subhannallah... Semoga dokter selalu diberikan kesehatan dan keikhlasan hati menjalankan tugas mulia, semoga Allah SWT selalu melindungi Dokter Deddy

Barakallah pak dokter dan kelga amin

Kasus corona di Bukittinggi

Hingga saat ini, jumlah pasien yang positif terjangkit virus corona atau Covid-19 di Sumatera Barat masih bertambah.

Tercatatt sampai Kamis (2/4/2020) lalu, terdapat satu pasien yang dinyatakan positif corona.

Dengan demikian, totalnya ada 13 orang yang positif terjangkit Covid-19 di Sumbar.

Kepala Biro Humas Pemprov Sumbar Jasman Rizal dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Kamis menyebutkan, satu pasien baru itu adalah laki-laki berusia 56 tahun.

Pasien tersebut sebelumnya pasien dalam pengawasan (PDP) di RS Ahmad Muchtar Bukittinggi.

Dia sudah beberapa hari dirawat bersama istrinya yang lebih dulu dinyatakan positif.

"Pasien ke-13 ini diduga terpapar saat mengikuti acara di Malaysia," kata Jasman.

Jasman mengatakan, berdasarkan informasi pihak RS Ahmad Muchtar, semua PDP dan positif Covid-19 kondisinya telah berangsur membaik.

"Mari kita berdoa semoga semua yang terpapar Covid-19 disembuhkan," ujar Jasman.

Tenaga Medis Rentan Tertular Covid-19

Dalam penanggulangan Covid-19 petugas kesehatan menjadi garda terdepan.

Intensitas kontak dengan pasien Covid-19 memberikan peluang yang besar mereka terinfeksi.

Kemudian, tanpa sadar petugas tersebut juga bisa menyebarkan ke orang lain.

Demikian diungkapkan Wakil Ketua Satgas Covid-19 RSAM Bukittinggi dr Deddy Herman, saat ditanya TribunPadang.com melalui video conference bersama IJTI Sumbar, Selasa (31/3/2020) malam.

Deddy Herman mengatakan, saat masuk ke dalam ruang isolasi, petugas kesehatan akan kontak dengan pasien.

Kontak artinya petugas medis terpapar dengan orang yang positif Covid-19.

Deddy Herman menambahkan, jika petugas kontak dengan pasien itu, belum tentu si petugas sakit karena petugas menggunakan APD yang lengkap.

Namun, tak menutup kemungkinan bisa saja nanti ada celah yang terbuka, lalu virusnya bisa masuk, atau terhirup karena tidak memasang masker atau N95 dengan benar.

"Jika petugas tidak memakai APD secara tidak benar, bisa saja petugas sakit. Paparan virus itu bisa ditahan dengan APD. Makanya terus terang APD sangat perlu disiapkan, supaya paparan tidak menyebabkan sakit," jelas dr Deddy Herman.

Setelah petugas merawat pasien Covid-19, terang dr Deddy Herman memang tidak ada diberi waktu khusus untuk istirahat selama 14 hari untuk menjalani masa inkubasi.

Sebab, petugas tidak mungkin membiarkan sesuatu yang tak diinginkan terjadi pada pasien.

Dia mengungkapkan, perawatpun sebetulnya kecapekan.

Hanya saja butuh koordinasi, yang dibawahi provinsi untuk mengatur dokter-dokter paru bisa Dinas di Bukittinggi secara bergantian sehingga tidak kelelahan.

Perawat-perawat dari rumah sakit lain juga membantu supaya tidak kelelahan.

"Tujuannya, kita memberikan edukasi kepada dokter-dokter tersebut yang belum punya pengalaman untuk menangani covid."

"Kalau mereka tidak punya pengalaman, kita mengerti bahkan banyak terjadi kesalahan."

"Kalau terjadi kesalahan, akan banyak petugas medis yang sakit. Kalau sudah sakit siapa lagi yang akan bekerja?" tanya dr Deddy Herman.

Deddy Herman mengatakan, saat ini Indonesia masih berada dalam fase kedua dari enam fase yang disampaikan oleh ahli dari Italia dan Malaysia.

Kasus Covid-19 di Italia banyak menyebabkan kematian sampai 11 ribu jiwa.

"Kita masih di fase dua, kalau kita tidak siap, petugas tidak siap, akan terjadi hal-hal yang mungkin lebih buruk daripada negara-negara tersebut," ungkapnya.

"Kalau tidak secara disiplin petugas medis bersama-sama mau mengawal kondisi pandemik ini, kita akan berada pada kondisi siapa yang harus diselamatkan," sambungnya.

Saat ini RSAM Bukittinggi telah menyiapkan tempat istirahat bagi petugas medis di ruang VIP Paviliun Cindua Mato.

Di tempat tersebut, petugas diberikan makanan yang cukup, tempat istirahat yang baik sehingga petugas medis yang jaga bisa istirahat di sana.

Sebagian juga ada yang pulang. Pulangpun harus menjaga jarak dengan keluarga.

Menurut dr Deddy Herman, petugas medis kalau masuk ruang isolasi, harus dipastikan tidak boleh bertemu dengan anak ataupun istrinya.

Yang dikhawatirkan adalah penularan.

"Terus terang begini, kita harus menerapkan prinsip kehati-hatian. Seperti saya, saya masih melakukan perawatan pasien di RS yang lain. Saya masih menerima pasien," ungkap dr Deddy Herman.

Namun, setelah keluar dari ruang isolasi, petugas medis harus mandi dengan bersih, cuci tangan dengan bersih, dan betul-betul menjaga dan mengganti baju setiap saat serta mencuci baju dengan benar.

"Kita harus tahu tanda-tanda terjadinya infeksi pada diri kita," tutur dr Deddy Herman.

Selain itu, dokter yang menangani juga melakukan swab apakah dirinya positif atau negatif Covid-19.

"Kalau negatif tidak masalah mengerjakan tugas di tempat yang lain," sambung dr Deddy Herman.

Karena, terus terang saja, ungkapnya, dokter paru di RSAM hanya tiga orang.

Satu orang baru lulus, totalnya menjadi empat orang.

"Yang bekerja hanya tiga orang denga kondisi satu sudah tua dan satu agak sakit. Jadi, yang akan masuk satu atau dua dokter paru ke dalam ruang pasien covid-19," jelasnya.(*)

Artikel ini telah tayang di Wartakotalive dengan judul Viral Video Wakil Satgas Covid-19 Bukittinggi Ajarkan Putrinya Mengaji dari Kejauhan

Sumber: Warta Kota
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved