Corona Sumbar

IPC Teluk Bayur Berikan Layanan Berbasis Digital saat Merebaknya Wabah Covid-19

PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) Cabang Teluk Bayur / IPC Teluk Bayur memastikan bahwa pelayanan operasional bongkar muat barang dan pelayanan

Penulis: Rezi Azwar | Editor: Emil Mahmud
ISTIMEWA
Ilustrasi: Antisipasi dan pencegahan penyebaran virus corona, PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) Cabang Teluk Bayur / IPC Teluk Bayur melakukan pengecekan suhu tubuh pekerja perusahaan tersebut, Rabu (18/3/2020) lalu. 

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) Cabang Teluk Bayur / IPC Teluk Bayur memastikan bahwa pelayanan operasional bongkar muat barang dan pelayanan umum lainnya tetap berjalan normal seperti biasanya.

Hal tersebut dilakukan saat merebaknya wabah coronavirus disease-19 (Covid-19) atau virus Corona secara nasional termasuk di Provinsi Sumatera Barat (Sumbar).

Hal ini merupakan bentuk komitmen manajemen dan seluruh pekerja IPC Teluk Bayur untuk tetap memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Provinsi Sumbar.

Pelabuhan Teluk Bayur merupakan salah satu mata rantai logistik dan mata rantai perekonomian daerah, yang berperan penting sebagai pintu gerbang utama distribusi berbagai kebutuhan masyarakat.

Waspadai Wabah Virus Corona, IPC Teluk Bayur Lakukan Cek Suhu Tubuh Pekerja

Soal Tarif Air, DPRD Padang Pertemukan PDAM dengan IPC Teluk Bayur, Akhirnya Sepakat

Pelabuhan Teluk Bayur juga termasuk dalam mendistribusikan berbagai komoditi unggulan Provinsi Sumatera Barat ke seluruh belahan dunia.

Di antaranya, dari sektor agro bisnis maupun pertambangan seperti Crude Palm Oil (CPO), karet (rubber), bungkil, cangkang sawit, batu bara, biji besi, semen, dan lainnya.

“Walaupun di tengah kondisi wabah Covid-19 seperti saat ini, kami terus berkomitmen untuk mengedepankan pelayanan prima kepada seluruh pengguna jasa, mitra kerja, masyarakat dan seluruh stakeholder perusahaan lainnya," kata General Manager (GM) IPC Teluk Bayur,  Wardoyo, Rabu (1/4/2020) melalui rilisnya.

 Wardoyo memastikan kegiatan operasional Pelabuhan Teluk Bayur tetap berjalan normal selama 24 jam dalam 7 hari, dengan tetap mengedepankan kesehatan dan keselamatan kerja tentunya.

Wardoyo menyebutkan hal tersebut dapat terlaksana karena adanya kerjasama dan koordinasi yang terjalin dengan baik antara pihak Otoritas Pelabuhan (KSOP), Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP), Distrik Navigasi, Bea dan Cukai, Imigrasi, Dinas Perhubungan Provinsi Sumatera Barat dan Kota Padang, Lantamal AL, Kepolisian, dan seluruh unsur maritim Pelabuhan Teluk Bayur lainnya.

Sejauh ini lanjutnya, ada pelayanan Vessel Management System (VMS) yakni sistem layanan untuk pengajuan pelayanan kapal yang terintegrasi dengan sistem Inaportnet milik Kementerian Perhubungan dan juga sistem E-Service, yakni sistem layanan digital untuk pelayanan terminal petikemas.

“Aplikasi VMS maupun E-Service merupakan salah satu contoh aplikasi digital yang dapat diakses dengan mudah oleh seluruh pengguna jasa IPC Teluk Bayur dimanapun dan kapanpun melalui smartphone masing-masing tanpa harus datang langsung ke pelabuhan," ujar Wardoyo.

Wardoyo juga mengatakan seluruh transaksi pembayaran juga sudah tidak menggunakan uang tunai (cashless), sehingga interaksi langsung antara petugas dan pengguna jasa, baik di kantor maupun di lapangan sangat jauh berkurang.

"IPC Teluk Bayur juga telah memiliki beberapa aplikasi digital lainnya seperti Marine Operating System (MOS). Yakni aplikasi untuk permintaan pelayanan pamanduan dan penundaan kapal yang dapat dipantau secara real time," kata Wardoyo.

Selain itu, ia menyebutkan adanya aplikasi SIMOPPEL, iTOS, New Billing System (NBS) dan Tempat Penimbunan Sementara (TPS) Online yang telah terintegrasi dengan sistem.

Yakni, imbuhnya terintegrasi dengan sistem yang telah dimiliki oleh pihak Bea dan Cukai guna mempercepat proses pelayanan bongkar muat barang.

Sumber: Tribun Padang
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved