Jokowi Instruksikan Rapid Test Virus Corona, Ini yang Harus Diperhatikan Soal Tes Massal

Jokowi Instruksikan Rapid Test Virus Corona Deteksi Covid-19 , Ini yang Harus Diperhatikan Soal Tes Massal

Freepik
ilustrasi virus corona 

TRIBUNPADANG.COM - Presiden Joko Widodo menginstruksikan pelaksanaan rapid test virus corona untuk mendeteksi Covid-19 secara massal di Indonesia.

Melalui rapid test diharapkan bisa melakukan deteksi dini atas indikasi awal seseorang menderita Covid-19.

Ketua Umum Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Spesialis Patologi Klinik dan Kedokteran Laboratorium Indonesia (PDS PatKln), Prof. DR. Dr. Aryati, MS, Sp.PK(K), mengatakan, ada beberapa hal yang harus diperhatikan terkait rapid test.

Walikota Bogor Bima Arya Positif Corona Setelah Pulang Kunjungan Kerja dari Turki dan Azerbaijan

Mulai Besok, Objek Wisata Pantai Air Manis dan Gunung Padang Ditutup Demi Cegah Corona

Ia mengingatkan, perlu ada kewaspadaan dan ketelitian terhadap tes yang dilakukan.

Hal ini karena rapid test ada potensi memunculkan hasil negatif palsu atau hasil positif palsu.

Ilustrasi Covid-19, Virus Corona
Ilustrasi Covid-19, Virus Corona ((Shutterstock))

Dr Aryati mengatakan, hasil positif palsu atau false positive  bisa muncul karena adanya infeksi virus corona jenis lain di masa lalu.

Seperti dikeahui, ada beberapa coronavirus yakni Human Pathogenic Cov (HCoV), SARS-CoV, MERS-CoV, dan pathogenik coronavirus lainnya.

“Karena (jenis) corona banyak di masa lalu itu, antibodi yang pernah timbul bisa saja terdeteksi,” kata Aryati saat dihubungi Kompas.com, Kamis (19/03/2020).

Selain itu, adanya kemungkinan cross reactive atau reaksi silang dengan jenis corona yang lain atau jenis virus yang memiliki kemiripan, bisa menimbulkan adanya false positive.

Ia mencontohkan, hal itu terjadi di Singapura. Ada dua kasus diduga demam berdarah, ternyata Covid-19.

Halaman
1234
Editor: afrizal
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved