Antisipasi Penyebaran Virus Corona

Cegah Penyebaran Virus Corona, Sumbar Perketat Pengawasan di Wilayah Perbatasan

Sampai saat ini Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) memperketat pengawasan di wilayah perbatasan.

Penulis: Rizka Desri Yusfita | Editor: Emil Mahmud
Istimewa: Kemenkes.go.id
Ilustrasi: Gejala virus Corona 

Cegah Penyebaran Virus Corona, Sumbar Perketat Pengawasan di Wilayah Perbatasan

Laporan Wartawan TribunPadang.com, Rizka Desri Yusfita

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Sampai saat ini Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) memperketat pengawasan di wilayah perbatasan.

Gubernur Sumbar Irwan Prayitno mengatakan pengawasan tersebut merupakan upaya untuk mencegah wabah virus corona (Covid-19).

Dia mengatakan, untuk di dalam Sumatera Barat sampai saat ini masih belum ada yang positif corona.

Maka, kata dia, di dalam Sumbar bisa dikatakan belum darurat corona karena belum ada yang positif.

Namun demikian, tambahnya, bisa jadi berubah menjadi positif akibat orang yang datang dari luar Sumatera Barat.

"Untuk itu, Pemprov Sumbar melakukan pencegahan dengan pemantauan di daerah perbatasan," kata Irwan Prayitno, Jumat (20/3/2020).

Dia menjelaskan, pemantauan lewat udara di BIM untuk penerbangan luar negeri sudah dihentikan sementara dan sudah tidak ada sama sekali.

Namun, dalam negeri masih ada dari Jakarta dan lainnya.

Untuk mengantisipasi penyebaran virus, dia mengatakan sudah ada thermal scanner.

"Kemudian juga ada ruang khusus untuk isolasi. Juga ada ambulance jika ada yang terjangkit, deteksi awal minimal diukur suhu tubuh, kalau lebih dari 38 derajat celsius langsung dibawa ke rumah sakit," terang Irwan Prayitno.

Pengawasan jalur laut, di Pelabuhan Teluk Bayur tidak ada kapal penumpang, yang ada kapal barang, krunya sudah dipantau KKP selama empat belas hari, protapnya di laut sebelum datang mendarat.

Kemudian, di Bungus yang berada di dalam provinsi tidak ada masalah.

Pesan Aa Gym kepada Umat dalam Menghadapi Virus Corona: Kuncinya Berserah Diri kepada Allah

Jokowi Sebut Obat Corona Sudah Tersedia di Indonesia, Dipesan 2 Juta Butir dari Jepang

Satpol PP Sumbar Keluarkan Imbauan, Tempat Hiburan Diminta Tutup Demi Cegah Corona

Di lokasi tersebut, juga ada pemeriksaan suhu tubuh menggunakan thermal scanner.

Namun yang jadi persoalan, pengawasan lewat darat karena banyak titik.

Gubernur menjelaskan, di Pasaman Barat ada dua jalur masuk dari Sumatera Utara.

Lalu, di Dharmasraya itu masuk dari Jambi dan Lampung, Pasaman dari Medan, Pesisir Selatan
dari Muko-muko Bengkulu, Limapuluh Kota di Pangkalan, Solok Selatan dari Kerinci Jambi, dan Sijunjung dari Riau dan Sungai Penuh Jambi.

Dia mengatakan, ada bebarapa langkah yang pihaknya lakukan untuk membatasi orang luar masuk ke Sumbar agar tidak terjadi penyebaran virus corona.

Yakni mendata semua restoran, hotel, rest area dan tempat transit warga luar yang ada di jalur perbatasan.

Setelah itu, pihaknya melakukan penyemprotan desinfektan secara periodik ke tempat tersebut.

Selain itu, pihaknya juga melakukan sosialisasi dan edukasi kepada warga setempat (lokal) untuk tidak bergabung makan di luar.

"Sebaiknya makan di rumah (kalau bisa), dan di tempat lain kita khawatir terpapar juga kalau ada," jelas Irwan Prayitno.

Dia menambahkan, di daerah perbatasan Dharmasraya, Pemkab setempat telah memberikan edukasi ke pemilik restoran dan pengunjung untuk pakai masker, jaga jarak, meletakkan handsanitizer di depan restorannya, menyediakan westafle, tidak pakai kobokan, dan edukasi lainnya.

Berikutnya, tambah Irwan Prayitno, pihaknya membuat posko yang berfungsi untuk mencegat orang luar yang masuk ke Sumbar semua kendaraan baik umum maupun pribadi.

"Kemudian langsung cek suhu, di atas 38 derajat celsius langsung tim kesehatan ambil tindakan dan memeriksa sesuai protapnya, sehingga ketahuan," ungkap Irwan Prayitno.

Dia menjelaskan, kalau ada indikasi (virus corona) di bawa ke rumah sakit.

Hal itu dilakukan di daerah perbatasan selama 24 jam dengan sistem shift.

"Saptol PP, Dinas Kesehatan, hingga pemuda setempat juga kita dilibatkan. Itu akan dimulai segera, kendala sekarang thermal gun masih belum cukup," ucap Irwan Prayitno.

"Kalau mencegat orang tanpa thermal gun, bagaimana cara mengukur suhunya? Hari ini akan kita pantau, mudah mudahan ada dan kita gunakan secukupnya," tukasnya.

Namun untuk desinfektan, katanya sudah bisa digunakan untuk penyemprotan, apalagi Pasaman bisa memproduksi sendiri.

Gubernur meminta untuk dilebih kan juga untuk daerah lain karena Padang kekurangan.

"Mudah-mudahan semua bisa terdeteksi dan tidak menyebar virus di Sumbar," jelas Irwan Prayitno.

Sementara itu, Ketua Gugus Tugas Penanganan Virus Corona Sumbar Erman Rahman mengatakan untuk Lima Puluh Kota sudah didirikan posko 24 jam sambil membawa truk tempat masak.

"Mereka nginap di posko selama dua minggu," tutur Erman Rahman. (*)

Sumber: Tribun Padang
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved