Antisipasi Virus Corona, Dinkes Padang Imbau Masyarakat Hidup Sehat dan Jaga Pola Makan
Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang Feri Mulyani mengatakan di Kota Padang belum ada virus corona. Feri Mulayani mengungkapkan antisipasi yang bisa di
Penulis: Rima Kurniati | Editor: Mona Triana
Laporan Wartawan TribunPadang.com, Rima Kurniati
TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang Feri Mulyani mengatakan di Kota Padang belum ada virus corona.
Feri Mulayani mengungkapkan antisipasi yang bisa dilakukan masyarakat berupa mengenali ciri-ciri orang yang mengidap virus corona.
Diantaranya gejala batuk, pilek, sesak nafas dan demam serta ada riwayat dari daerah yang terinfeksi virus corona.
• Ketua Komisi IV DPRD Padang Tekankan Dinas Kesehatan Lakukan Pencerdasan Antisipasi Virus Corona
• VIDEO-Dampak Merebaknya Virus Corona, Masker di Kota Padang Langka, Satu Kotak Dijual Rp 200 Ribu
"Untuk antisipasi kalau ada gejala-gejala batuk, pilek, sesak nafas dan demam serta ada riwat dari daerah yang terjangkit corona segeralah ke fasilitas kesehatan," ungkapnya.
Lanjutnya antisipasi agar tidak terinfeksi virus corona bisa dilakukan dengan berprilaku hidup sehat, banyak makan buah dan sayur, serta rajin mencucui tangan dengan sabun dan air mengalir.
• Antisipasi Virus Corona, Warga Kota Padang Berharap Pemerintah Menyediakan Masker
"Atau agar kita tidak terinfeksi oleh virus apapun termasuk corona, caranya dengan cuci tangan dengan air mengalir, berprilaku hidup bersih dan sehat, banyak makan buah dan sayur,"
"Kemudian ada etika ketika batuk, dengan menutup mulut supaya tidak menularkan kepada orang lain," ungkapnya.
Feri Mulyani mengungkapkan orang yang batuklah yang dianjurkan menggunakan masker.
• Pasca Diumumkan Dua Warga Indonesia Positif Terkena Virus Corona, Masker Langka di Kota Padang
• POPULER PADANG - Dampak Virus Corona, Masker Jadi Langka| Pohon Tumbang Timpa Dua Warung
Menurutnya pakai masker juga harus sesuai aturannya, serta digantik setiap enam jam sekali.
"Misalnya jangan sampai penggunaannya terbalik, lalu enam jam sekali diganti," tambahnya.
Feri Mulyani menjelaskan masker yang digunakan lebih dari enam jam akan mengakibatkan terjadinya infeksi.
• Dampak Merebaknya Virus Corona, Masker di Kota Padang Langka, Satu Kotak Dijual Rp 200 Ribu
• BPS sebut Virus Corona Berdampak Terhadap Jumlah Kunjungan Wisman ke Indonesia,Termasuk Sumbar
"Masker yang dipakai lalu dibuka dan dipakai lagi itu tidak baik, ini yang malah mengakibatkan infeksi yang lain," ungkapnya.
Dikarenakan terjadi penguapan pada masker yang mengandung bakteri dan virus.
"Ketika masker itu terpakai, nafas kita kan terhambat dan ada penguapan didalam masker itu. Kalau misalkan pengupan kita mengandung bakteri atau virus, kemudian maskernya kita lepas dan esok kita pakai lagi, bakterinya akan berkembang," tambahnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/warga-china-gunakan-masker-untuk-atasi-virus-wuhan.jpg)