Breaking News:

Aksi Kamisan, Soroti Kasus Pelecehan Seksual Mahasiswi PTN di Kota Padang

Aksi Kamisan Padang menyoroti kasus pelecehan seksual mahasiswi di salah satu Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di Kota Padang, Kamis (30/1/2020).

TribunPadang.com/Rizka Desri Yusfita
Aksi Kamisan di Padang menyoroti kasus pelecehan seksual mahasiswi di salah satu PTN, Kamis (30/1/2020). 

Laporan Wartawan TribunPadang.com, Rizka Desri Yusfita

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Aksi Kamisan Padang menyoroti kasus pelecehan seksual mahasiswi di salah satu Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di Kota Padang, Kamis (30/1/2020).

Mereka mengenakan pakaian dan atribut serba hitam, berdiri, diam, dan berpayung hitam.

"Kami merespon pelecehan seksual yang terjadi di salah satu PTN di Sumbar," kata koordinator aksi, Martil.

Terduga Pelaku Pelecehan Pernah Lancarkan Aksinya Sebelum Sasar Bule Perempuan Jerman

Kronologi Dugaan Terjadinya Pelecehan Terhadap Bule Perempuan Asal Jerman

Menurut dia, aksi dilakukan sebagai bentuk solidaritas teruntuk korban.

Sebab korban belum mendapat kepastian secara akademik.

Selain itu, pihaknya juga belum mendapat kepastian dari pihak berwenang.

"Padahal bukti, saksi, dan segalanya lengkap tetapi respon dari kampus masih saja menyudutkan korban," sebut Martil.

Massa Gelar Aksi Kamisan untuk Mawar, Korban Dugaan Pelecehan Oknum Dosen di Padang

SUMBAR - Air Sungai Tapan Meluap Rendam 40 Rumah| Dugaan Pelecehan Mahasiswi Berlanjut

Ia menilai kasus tersebut seolah memenangkan si pelaku dengan alasan nama baik kampus.

"Untuk itu, kami melakukan aksi dengan alasan menyebarkan isu-isu perihal HAM. Aksi Kamisan digelar setiap hari Kamis pukul 16.00 - 17.00 WIB," ujar Martil.

Ditanyai respon masyarakat dengan aksi yang pihaknya lakukan, menurut dia, Sumbar masih konservatif dan belum mempunyai kesadaran politik bagiamana semestinya mengadvokasi korban.

Menteri PPA Ingin Ada Kesepakatan Mengenai Kasus Pelecehan Seksual dengan Pemimpin Daerah

2 Nenek-nenek & 1 Wanita Paruh Baya jadi Korban Pelecehan Seksual Remaja, Pelaku Terancam Dicambuk

Sehingga korban itu masih dipandang sebelah mata.

"Korban pelecehan seksual masih dianggap aib, padahal korban pelecehan seksual ketika dia dilecehkan, maka membawa traumatik seumur hidup," tegas Martil. (*)

Penulis: Rizka Desri Yusfita
Editor: Mona Triana
Sumber: Tribun Padang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved