Ilmuwan Hongkong Klaim Sudah Kembangkan Vaksin Virus Corona tapi Belum Bisa Langsung Digunakan

Yuen, pimpinan unit penyakit menular di Universitas HongKong, mengungkapkan timnya sedang mengerjakan vaksin dan telah mengisolasi virus

Ilmuwan Hongkong Klaim Sudah Kembangkan Vaksin Virus Corona tapi Belum Bisa Langsung Digunakan
EPA via AlJazeera
ILUSTRASI Staf kesehatan membawa seorang pasien ke dalam rumah sakit Jinyintan - Hingga Jumat (24/1/2020) siang waktu setempat, 26 orang di China meninggal akibat virus corona. 

TRIBUNPADANG.COM -  Ilmuwan Hong Kong telah mengembangkan vaksin untuk membasmi virus corona.

Akan tetapi, para ilmuan mengungkapkan, mereka membutuhkan waktu untuk mengujinya.

Jutaan Orang Menyaksikan Langsung Proses Konstruksi Rumah Sakit Khusus Corona di Wuhan, Ada 18 Juta

Terungkap Awal Mulanya Virus Corona, Bukan Kelelawar Tapi dari Pasar Seafood Huanan di Wuhan, China

Melansir South China Morning Post, para ilmuwan di China daratan dan Amerika Serikat juga secara terpisah berlomba untuk menghasilkan vaksin untuk virus corona baru, yang telah menewaskan lebih dari 100 orang dan ribuan terinfeksi.

Yuen, pimpinan unit penyakit menular di Universitas Hong Kong, mengungkapkan bahwa timnya sedang mengerjakan vaksin dan telah mengisolasi virus yang sebelumnya tidak diketahui dari kasus pertama di kota itu.

"Kami sudah memproduksi vaksin, tetapi akan membutuhkan waktu lama untuk menguji pada hewan," kata Yuen, tanpa memberikan kerangka waktu tertentu kapan vaksin itu siap untuk pasien.

Kepada South China Morning Post, Yuen mengatakan akan butuh waktu berbulan-bulan untuk menguji vaksin pada hewan dan setidaknya satu tahun lagi untuk melakukan uji klinis pada manusia sebelum cocok untuk digunakan.

Peneliti HKU mendasarkannya pada vaksin influenza semprot hidung yang sebelumnya ditemukan oleh tim Yuen.

Para peneliti memodifikasi vaksin flu dengan bagian antigen permukaan dari virus corona, yang berarti dapat mencegah virus influenza dan juga virus corona baru, yang menyebabkan pneumonia.

Vaksin, jika berhasil diuji, bisa menjadi jawaban untuk penyakit yang telah menginfeksi lebih dari 4.600 orang di seluruh dunia dan membunuh lebih dari 130 orang di China daratan, yang mayoritas berada di Wuhan, pusat wabah.

Hong Kong sejauh ini sudah mengkonfirmasi delapan kasus.

Halaman
123
Editor: afrizal
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved