Antisipasi Virus Corona

Gejala Novel Coronavirus, Suhu Tubuh Capai 38 Derajat Celsius Disertai Batuk dan Pilek

Staf ahli Bidang Desentralisasi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, dr Patisellano Robert Johan, MARS mengatakan, novel coronavirus bis

Tayang:
Penulis: Rizka Desri Yusfita | Editor: Emil Mahmud
TribunPadang.com /Rizka Desri Yusfita
Diskusi Direktur RSUP M Djamil Padang beserta jajaran dengan Staf ahli Bidang Desentralisasi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dr Patisellano Robert Johan, MARS 

Gejala Novel Coronavirus, Suhu Tubuh Capai 38 Derajat Celsius Disertai Batuk dan Pilek

Laporan Wartawan TribunPadang.com, Rizka Desri Yusfita

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Staf ahli Bidang Desentralisasi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, dr Patisellano Robert Johan, MARS mengatakan, novel coronavirus bisa menimbulkan infeksi pada paru-paru, demam disertai batuk dan pilek.

Dia mengatakan, gejala klinis novel coronavirus tersebut sama dengan gejala ISPA biasa.

Bila terdeteksi suhu di atas 38 derajat celcius, kata dia, tentu masyarakat harus tahu dan waspada.

"Masyarakat harus melindungi diri dengan menggunakan masker," kata dr Patisellano Robert Johan, MARS.

Dia meminta agar semua masyarakat jangan sampai parno, ketika ada orang bersin, itu sudah dituduh terpapar novel coronavirus.

RSUP M Djamil Padang Siapkan Dua Ruangan Khusus Isolasi Waspadai Corona

Kementerian Kesehatan sebut Belum Ada Kasus Novel Coronavirus di Indonesia, Tetap Harus Waspada

Apalagi saat ini di Sumbar sudah masuk musim pancaroba, kasus ISPA dan influenza meningkat.

"Jangan sampai semua orang kita jadikan tersangka corona," tegas dr Patisellano Robert Johan, MARS.

Dia menyatakan, untuk mendeteksi apakah seseorang terpapar novel coronavirus tidak bisa dilakukan secara langsung.

Menurut dia, harus dilakukan melalui pemeriksaan laboratorium Litbangkes Jakarta.

"Tidak bisa langsung mengatakan orang terpapar corona, itu harus ada pemeriksaan spesimen. Paling cepat tiga hari," terangnya.

Jika sudah ada konfirmasi dari Litbangkes Jakarta, tambahnya, baru bisa dinyatakan itu corona.

Dia juga menyatakan, tidak bisa mengatakan thermal scanner bisa mendeteksi corona atau bukan, tetapi hanya mendeteksi suhu tubuh meningkat atau tidak.

"Orang kurang minum juga suhu tubuhnya bisa menjngkat," ujar dr Patisellano Robert Johan, MARS. (*)

Sumber: Tribun Padang
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved