Breaking News:

Pendidikan

FTI UBH dan AYPI Gelar FGD Bertajuk Tantangan Pendidikan di Era Revolusi Industri 4.0

Fakultas Teknologi Industri Universitas Bung Hatta (FTI UBH) bekerjasama dengan Asosiasi Yayasan Pendidikan Islam (AYPI) mengadakan Forum Gru

Editor: Emil Mahmud
IST/DOK.DEKAN FTI UBH
Fakultas Teknologi Industri Universitas Bung Hatta (FTI UBH) bekerjasama dengan Asosiasi Yayasan Pendidikan Islam (AYPI) mengadakan Forum Grup Discussion (FGD), Minggu (19/1/2020) lalu di Ruang Sidang FTI Kampus 3 UBH Gunung Panggilun, Padang, Sumatera Barat (Sumbar). 

Fakultas Teknologi Industri Universitas Bung Hatta dan AYPI adakan FGD "Tantangan Pendidikan di Era IR 4.0"

TRIBUNPADANG.COM - Fakultas Teknologi Industri Universitas Bung Hatta (FTI UBH) bekerjasama dengan Asosiasi Yayasan Pendidikan Islam (AYPI) mengadakan Forum Group Discussion (FGD), Minggu (19/1/2020) lalu  di Ruang Sidang FTI Kampus 3 UBH Gunung Panggilun, Padang, Sumatera Barat (Sumbar).

Rilis yang diterima TribunPadang.com, Selasa (21/1/2020) menyebutkan FGD kali ini bertajuk Peran AYPI dalam Menghadapi Tantangan Pendidikan di Era Revolusi Industri 4.0, yang diikuti sekitar 50 lebih pengurus yayasan yang ada di Sumatera Barat.

Ketua harian AYPI Sumatera Barat, Ardi S.Ag selaku penyelenggara menyampaikan bahwa event ini rangkaian kegiatan Islamic Expo yang berlangsung 18 dan 19 Januari 2020 di Masjid Raya Sumbar, Kota Padang.

Menurutnya, kegiatan ini salah satu upaya AYPI dalam memberi penguatan kepada yayasan pendidikan Islam yang ada di Sumatera Barat

Sementara itu, Ketua Umum AYPI Pusat H Mirdas Eka Yora mengemukakan pihaknya berupaya membantu menyelesaikan persoalan keuangan yayasan melalui pemberdayaan Wakaf Produktif. 

Pada kesempatan itu, Hidayat selaku Dekan FTI UBH , Hidayat mengapresiasi terselenggaranya kegiatan ini di kampus FTI, karena ini bagian dari Porgram Tridarharma Perguruan Tinggi dalam bentuk program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) terhadap yayasan-yayasan yang ada di Sumatera Barat.

Turut hadir nara sumber yaitu Musliar Kasim, dari Universitas Baiturramah, menyampaikan bahwa kurikulum 2013 yang telah digulirkan pada saat menjadi wakil menteri, sangat efektif diterapkan di era IR 4.0.

Menurutnya, kurikulum tersebut sudah berbasis kompetensi yang memuat unsur pengetahuan (knowladge), praktek (skill) dan sikap (attitude).

Pembicara berikutnya, Nasfryzal Carlo dari Universitas Bung Hatta (UBH) menekankan pada era Revolusi Industri yang dimulai dari penggunaan tenaga binatang, mesin, listrik dan digital.

Menurutnya, Pendidikan di Yayasan juga harus mampu menghasilkan lulusan yang melek dengan teknologi digital, sehingga lulusan mampu bersaing untuk melanjutkan studi atau bekerja.

Sedangkan, Marlina,  yang Guru besar Universitas Andalas (Unand) dan Ketua Koperasi Saudagar Minang Raya Wilayah Sumatera Barat selaku pembicara ketiga menekankan pada pengembangan ekonomi melalui koperasi dan penggunaan produk halal.

Ahmad Jayadi yang merupakan penggiat Bisnis Retail dan juga ketua Ekonomi Syariah AYPI Pusat dan juga Founder Alif Poin Mart, meluncurkan program Wakaf Produktif untuk menghidupkan ekonomi untuk menjalankan operasional dan pengembangan yayasan.(*/rls/TribunPadang.com/Emil Mahmudsyah)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved