Breaking News:

Internasional

Jaksa Agung Inggris Tegaskan Reynhard Sinaga Seharusnya tidak Boleh Dibebaskan

Jaksa Agung Inggris menyatakan, Reynhard Sinaga seharusnya tidak boleh dibebaskan dan menilai hukumannya terlalu ringan

Editor: Emil Mahmud
Jaksa Agung Inggris Tegaskan Reynhard Sinaga Seharusnya tidak Boleh Dibebaskan
Facebook via BBC
Reynhard Sinaga

Polisi meyakini, kejahatan Reynhard berlangsung lebih lama lagi. Yakni ketika dia tinggal di Inggris pada 2017, dengan korbannya bisa mencapai 195 orang.

Sulung dari empat bersaudara itu mengambil S2 di Universitas Manchester, sebelum meneruskan PhD di Universitas Leeds untuk geografi manusia.

Dia tinggal sendiri di apartemen tengah Manchester, di area sibuk dan dipenuhi kelab malam.

Lokasi yang oleh jaksa penuntut disebut "ideal".

Adapun Reynhard dikatakan mengincar para korbannya yang berusia muda, mabuk, tengah sendiri, dan menawari mereka minum atau sekadar mengisi daya ponsel di apartemennya.

Para korbannya kemudian diberi minuman bercampur obat gamma hydroxybutyrate, atau GHB, di mana setelah dia memperkosa mereka.

Semua korban Reynhard mengaku tidak tahu telah diperkosa, hingga polisi datang ke rumah mereka dan memberitahukan yang sebenarnya.

Kasus pemerkosaan Reynhard muncul ke publik setelah korban terakhirnya bangun, dan menghajarnya pada 2 Juni 2017 pagi.

Polisi yang melakukan penggeledahan menemukan rekaman dengan total 3,29 terabite, memperlihatkan momen ketika dia memperkosa korbannya.

Di persidangan, terungkap Reynhard Sinaga secara rutin membuka akun Facebook korbannya, dan mengambil foto mereka sebagai trofi.

Dia menyatakan diri tidak bersalah, dan mengklaim bahwa dia berhubungan seks atas dasar suka sama suka dengan para korban.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Jaksa Agung Inggris: Reynhard Sinaga Tidak Boleh Dibebaskan"

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved