Rafflesia Unik Mekar di Agam

Populasi Bunga Rafflesia Relatif Lebih Banyak Ditemukan di Kabupaten Agam, Ini Alasannya

Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat (Sumbar) mencatat populasi bunga rafflesia mayoritas banyak ditemukan

Penulis: Rizka Desri Yusfita | Editor: Emil Mahmud
TribunPadang.com /Rizka Desri Yusfita
Seorang pengunjung mengabadikan moment saat berkunjung menengok Rafflesia Tuan-mudae yang ditemukan di Nagari Baringin, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat (Sumbar), Kamis (2/1/2020). 

Populasi Bunga Rafflesia Relatif Lebih Banyak Ditemukan di Agam, Ini Alasannya

Laporan Wartawan TribunPadang.com, Rizka Desri Yusfita

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat (Sumbar) mencatat populasi bunga rafflesia mayoritas banyak ditemukan di Kabupaten Agam, Provinsi Sumbar.

Hingga saat ini, tercatat populasi Binga Rafflesia itu ditemukan di 13 titik yang tersebar di 8 Kecamatan di Kabupaten Agam.

Antara lain, Palupuh, Tanjungraya, Malalak, Palembayan, Baso, Kamangmagek, Tilatangkamang, dan Matur.

Pengendali Ekosistem Hutan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resor Agam Ade Putra mengatakan faktor tempat tumbuh menjadi alasan banyaknya rafflesia di Agam.

"Faktor tempat tumbuh sesuai, vegetasinya masih bagus. Kemudian kondisi kelembaban alam masih cukup tinggi," jelas Ade Putra, Senin (2/1/2020).

Saat ini, tambah Ade Putra, ada 31 jenis tumbuhan Rafflesia di dunia.

15 jenis ada di Indonesia dan 11 jenis di antaranya berada di pulau Sumatera.

Rafflesia tuan-mudae pertama kali ditemukan di Jiran, Malaysia. Namun sejak 2017, juga ditemukan di kawasan Cagar Alam Maninjau.

"Dari sisi diameter ketika mekar sempurna, ini merupakan mekar rafflesia terbesar di dunia dari 31 jenis rafflesia," ungkap Ade Putra.

Ade Putra menambahkan, dari 19 kabupaten dan kota di Sumbar hanya lima kabupaten dan kota yang belum terdapat temuan bunga rafflesia.

Kelima kabupaten dan kota itu adalah Kota Sawahlunto, Solok, Pariaman, Payakumbuh dan Kabupaten Mentawai.

Mengingat lokasi ditemukannya rafflesia di Kawasan Cagar Alam Maninjau, BKSDA akan menjadikan sebagai sarana edukasi pendidikan konservasi dan juga sebagai tempat laboratorium alam bagi peneliti ataupun mahasisa perguruan tinggi.

Sementara, untuk pengunjung, pihaknya mengimbau agar didampingi petugas BKSDA dan melapor ke jorong setempat saat menuju ke lokasi. (*)

Sumber: Tribun Padang
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved