Sumbar Siaga Bencana

Curah Hujan Tinggi di Sumbar hingga Februari 2020, BMKG Sebut Bencana Hidrometeorologis

BMKG Padang Pariaman memprediksi curah hujan di Provinsi Sumbar masih tinggi hingga akhir Februari 2020 mendatang.

Curah Hujan Tinggi di Sumbar hingga Februari 2020, BMKG Sebut Bencana Hidrometeorologis
tribunnews
Ilustrasi: Peringatan Dini Cuaca BMKG 

Curah Hujan Tinggi di Sumbar hingga Februari 2020, BMKG: Masyarakat Diminta Waspada Bencana

Laporan Wartawan TribunPadang.com, Rizka Desri Yusfita

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - BMKG Padang Pariaman memprediksi curah hujan di Provinsi Sumbar masih tinggi hingga akhir Februari 2020 mendatang.

Berdasarkan analisa terakhir, kondisi cuaca dan iklim di Sumbar mulai Januari hingga Februari curah hujan bulanan masih berada di angka 300-400 mm.

"Ini termasuk kategori curah hujan tinggi. Masyarakat di Sumbar diminta waspada terhadap bencana hidrometeorologi," kata Kepala Seksi Observasi dan Informasi BMKG Padang Pariaman Yudha Nugraha saat dihubungi TribunPadang.com, Rabu (25/12/2019).

BREAKING NEWS: Pemprov Sumbar Tetapkan Status Siaga Darurat Bencana Hingga 28 Februari 2020

Sumbar Rawan Banjir dan Longsor, Ini Sejumlah Titik yang Harus Diwaspadai

Karenanya imbuh Yudha Nugraha, terjadinya hujan dengan intensitas sedang hingga lebat juga masih berpeluang tinggi di Sumatera Barat.

Untuk kondisi curah hujan pada Desember 2019 hingga awal Januari 2020, hujan dengan intensitas tinggi masih terjadi di bagian timur dan tengah Sumbar.

Rinciannya, di Limapuluh Kota, Agam, Pasaman, Bukittinggi, Padang Panjang, Tanah Datar, Sijunjung, Dharmasraya, Solok, Solok Selatan dan sekitarnya.

Namun untuk Januari hingga Februari 2020 diperkirakan bakal terjadi pergeseran.

Wilayah Pesisir Barat antara lain Pasaman Barat, Padang Pariaman, Pariaman, Pesisir Selatan, Padang, dan Kepulauan Mentawai ikut terjadi peningkatan curah hujan.

"Ini terjadi seiring terdapat perubahan pola angin yang awalnya angin timuran menjadi angin baratan," ungkap Yudha Nugraha.

Yudha Nugraha mengatakan, status siaga darurat bencana merupakan ketetapan pemerintah untuk meningkatkan kesiagaan akan terjadinya bencana atau meningkatkan mitigasi bencana dalam hal ini bencana hidrometeorologis.

Dia mengingatkan masyarakat agar memperhatikan penetapan status siaga bencana guna meningkatkan kewaspadaan akan potensi bencana hidrometeorologis.

"Tentu saja juga mengikuti arahan-arahan pihak terkait seperti BPBD, TNI/Polri, kelompok-kelompok siaga bencana, dan lain sebagainya," ujar Yudha Nugraha. (*)

Penulis: Rizka Desri Yusfita
Editor: Emil Mahmud
Sumber: Tribun Padang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved