Enam Daerah di Sumbar Terjadi Banjir dan Longsor, Lima di antaranya Sudah Surut

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Sumbar Rumainur mengatakan enam kabupaten atau kota di Sumbar terjadi banjir dan longsor di akhir tahun.

Enam Daerah di Sumbar Terjadi Banjir dan Longsor, Lima di antaranya Sudah Surut
ISTIMEWA/DOK.BPBD
Pihak kepolisian menerangkan ruas Jalan Batusangkar - Payakumbuh hingga Jumat (20/12/2010) siang ini telah dapat dilewati. Sedangkan Jalur Batusangkar - Bukittinggi masih terhambatnya akses menyusul tertimbun tanah longsor di Kecamatan Tanjung Baru. Ia menjelaskan bahwa lokasi banjir tersebut terjadi di satu Kecamatan, yaitu di jalur utama. "Tiga titik ini di jalur utama yang menghubungkan Batusangkar - Bukittinggi, dan Batusangkar - Payakumbuh," katanya, Jumat (20/12/2019). Dijelaskannya bahwa saat ini ia berada di lokasi bencana tanah longsor yang menghambat akses jalan. "Kita di loaksi tanah longsor dan sekarang sudah tiga titik sudah evakuasi dan dilakukan pembersihan. Untuk jalan Batusangkar - Bukittingi masih ada satu titik lagi yaitu di Jembatan Kembar, tepatnya di Kelok Ular Jorong Koto Laweh, Nagari Tanjung Alam, Kecamatan Tanjung Baru," ujarnya. Disebutkannya bahwa saat ini titik yeng terkena dampak bencana tanah longsir tersebut sedang dibersihakan menggunakan alat berat. "Untuk jalur Batusangkar - Payakumbuh sudah bisa dilalui, namun jalan masih licin," ujarnya. Ia mengatakan bahwa saat ini kendaraan yang lewat hanya satu persatu, hal itu dikarenakan jalanan masih licin. "Hari ini kita berhasil mengevakuasi satu kendaraan sepeda motor. Yang hari ini satu, dan semalam ada empat kendaraan yang kita evakuasi," ujarnya. Dijelaskannya bahwa totalnya menjadi lima kendaraan yangvtekah dievakuasi, dan dalam kejadian tersebuut tidak ada korban jiwa. Ia juga menyebutkan bahwa tidaknterjadi kemacetan parah di lokasi terputusnya akses jalan akibat bencana tanah longsor. "Kita sudah memberikan petunjuk, yaitu dari Satuan Lalu Lintas Polres Tanah Datar untuk mengambil jalur alternatif," sebutnya. "Kecamaten tidak parah, dan cuaca saat ini masih gerimis. Jadi kita turunkan perosnil Polri sebanyak 40 orang, juga ada dari TNI 30 orang," katanya. Ia juga mengatakan bahwa ada dua alat berat dikerahkan, yaitu alat bwrat dari PUPR Provinsi dan Kabupaten. "Juga ada dari pihak PLN rayon Baso, Damkar, BPBD dan instansi lainnya. Semuanya lengkap di lapangan," ujarnya. Ia berharap semuanya dapat berjalan dengan lancar dan akses jalan kenbali normal seperti semula, ia juga berharap hujan lebat tidak kembali turun mengguyur. 

Laporan Wartawan TribunPadang.com, Rizka Desri Yusita

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Sumbar Rumainur mengatakan enam kabupaten atau kota di Sumbar terjadi banjir dan longsor di akhir tahun.

Enam daerah tersebut antara lain, Pasaman, Bukittinggi, Kota Solok, Tanah Datar (longsor), Agam (longsor), Limapuluh Kota, dan Dharmasraya.

9 Daerah di Sumbar Rawan Bencana Banjir, BPBD Minta Warga Tingkatkan Kewaspadaan

Bu Mus yang Hilang saat Banjir di Bukittinggi Ditemukan Sudah Tak Benyawa

"Tadi malam hujan deras kembali mengguyur Kabupaten Limapuluh Kota. Penyebabnya hujan dengan intensitas tinggi," kata Rumainur.

Saat ini, kata dia, petugas BPBD setempat sedang ke lapangan.

Untuk di Limapuluh Kota banjir terjadi di daerah yang sama dengan banjir sebelumnya.

Empat Daerah di Sumbar Dilanda Banjir, Satu Korban Hilang dan Masih dalam Pencarian di Bukittinggi

Akibat Banjir dan Longsor,Akses Jalan Di Bawah Ngarai Terputus Menuju Daerah Koto Gadang ke Maninjau

"Nagari Taram, Kecamatan Harau, itu masyarakat mengungsi karena genangan air masuk ke rumah warga," terang Rumainur.

Kemudian, banjir juga menerjang Kecamatan Pangkalan Koto Baru dan Nagari Balai Panjang, Kecamatan Lareh Sago Halaban.

Bencana Banjir dan Tanah Longsor Juga Melanda Kabupaten Tanah Datar

Jadi Penyebab Banjir, Bupati Solok Selatan Berharap Muara Sungai Batang Suliki Dipindahkan

Disebutkan Rumainur, dari enam daerah yang terjadi banjir, lima di antaranya sudah surut dan masyarakat serta petugas BPBD setempat sudah mulai melakukan pembersihan.

Dia mengatakan, bencana banjir dan longsor akan terjadi di Sumbar hingga Februari 2020.

Oleh karena itu, dia mengimbau agar masyarakat Sumbar untuk selalu waspada. (*)

Penulis: Rizka Desri Yusfita
Editor: Mona Triana
Sumber: Tribun Padang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved