Pohon Tumbang di Padang
BMKG Minta Pengendara Sepeda Motor Ikut Hati-hati, Potensi Angin Kencang di Padang hingga Januari
BMKG Padang Pariaman menuturkan angin kencang di Kota Padang merupakan fenomena yang umum terjadi saat musim transisi.
Penulis: Rizka Desri Yusfita | Editor: afrizal
Laporan Wartawan TribunPadang.com, Rizka Desri Yusfita
TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Kepala Seksi Observasi dan Informasi BMKG Padang Pariaman Yudha Nugraha menuturkan angin kencang di Kota Padang merupakan fenomena yang umum terjadi saat musim transisi.
Saat pagi hingga siang hari terjadi angin kencang namun pada saat sore hari berubah menjadi buruk.
"Hal ini karena perubahan tekanan udara yang cepat mengakibatkan terjadinya percepatan gerak angin. Hal inilah angin menjadi lebih cepat dibanding kondisi normalnya," sebut Yudha Nugraha, Kamis (12/12/2019).
Dijelaskannya, kondisi angin kencang tersebut masih dapat berlangsung hingga Januari.
Hal ini dikarenakan pada Desember hingga Januari merupakan bulan dengan kejadian cuaca ekstrem terbanyak.
• BMKG Pantau Kecepatan Angin Kencang di Padang Capai 40 km/jam, Kondisi Normal 10-15 Km/Jam
• Pohon Tumbang Akibat Angin Kencang Hantam Honda Jazz di Jalan By Pass Padang
"Tentunya banyak kejadian cuaca ekstrem, tidak hanya hujan lebat, namun fenomena lainnya seperti petir, angin kencang, hingga hujan es," ungkap Yudha Nugraha.
BMKG Padang Pariaman, kata dia, juga melihat terdapat pola angin timuran dan adanya pola konvergensi massa udara di wilayah timur Sumbar.
"Maka hal ini juga yang menyebabkan terjadi peningkatan curah hujan di wilayah timur Sumbar termasuk di Limapuluh Kota dan Solok Selatan," tutur Yudha Nugraha.
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Padang Pariaman mengimbau masyarakat Sumbar khususnya Padang untuk mewaspadai potensi terjadinya angin kencang di atas normal.
• Lokasi Pohon Tumbang Akibat Angin Kencang di Padang, Kuranji dan Koto Tangah Paling Banyak
• BREAKING NEWS: 10 Pohon Tumbang Akibat Angin Kencang di Padang, Tersebar di 3 Kecamatan
Kepala Seksi Observasi dan Informasi BMKG Padang Pariaman Yudha Nugraha mengatakan, sejak beberapa hari terakhir, kondisi cuaca memang tidak menentu.
Adanya angin kencang di atas kecepatan normal patut untuk diwaspadai.
Menurut Yudha Nugraha, masyarakat perlu mewaspadai tempat yg berpotensi menimbulkan bencana, seperti menghindari objek bangunan yang rapuh.
"Termasuk berhati-hati dalam berkendara terutama roda dua karena dengan angin kencang dapat menimbulkan ketidakstabilan dalam mengemudi," jelasnya kepada TribunPadang.com, Kamis (12/12/2019).
Berdasarkan pantauan BMKG Padang Pariaman, angin kencang tadi pagi memiliki kecepatan lebih dari 22 Knots atau 40 km/jam, padahal normalnya adalah sekitar 10 sampai 15 kilometer per jam.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/pohon-tumbang-akibat-angin-kencang-hantam-honda-jazz-dijalan-by-pass-padang.jpg)