Banjir Solok Selatan

UPDATE Banjir Solok Selatan, 1.020 Rumah 4 Sekolah dan 3 Masjid Terendam, 4 Jembatan Rusak

Banjir Terjang Empat Kecamatan di Solok Selatan Sumatera Barat, Sebanyak 5.932 Jiwa dari 1.103 Kepala Keluarga Terdampak

Penulis: Rizka Desri Yusfita | Editor: afrizal
istimewa/Humas Pemda Kabupaten Solok Selatan
Warga melewati jembatan yang rusak akibat banjir di Solok Selatan Jumat (22/11/2019) 

Laporan Wartawan TribunPadang.com, Rizka Desri Yusfita

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Empat kecamatan di Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat, diterjang banjir akibat hujan deras yang mengguyur sejak, Jumat (22/11/2019).

Empat kecamatan tersebut adalah Kecamatan Sangir, Koto Parik Gadang Diateh, Sungai Pagu, dan Pauh Duo.

"Ada empat kecamatan yang terkena banjir. Namun rumah yang paling banyak terendam itu di kampung Tarandam, Pasar Muara Labuh, dan Sungai Pagu," kata Kepala Bagian Humas Pemkab Solok Selatan Firdaus Firman saat dihubungi TribunPadang.com, Sabtu (23/11/2019).

Lebih lanjut, dia memaparkan sebanyak 5.932 jiwa dari 1.103 Kepala Keluarga terdampak banjir yang melanda Solok Selatan.

Untuk kondisi terkini, lanjutnya, air sudah mulai surut dan warga sudah kembali ke rumah.

BREAKING NEWS: Jalan Lintas Pekanbaru-Payakumbuh Longsor, Macet hingga 6 Kilometer

BREAKING NEWS: Pemkab Solok Selatan Tetapkan Masa Tanggap Darurat Banjir Selama 14 Hari

BREAKING NEWS: 22 Kepala Keluarga di Kecamatan Sangir Solok Selatan Terpaksa Mengungsi Akibat Banjir

"Airnya sudah surut sejak tadi pagi. Kemudian, tadi sore hujan, sekarang sudah berhenti. Warga sekarang berada di rumah," ujar Firdaus Firman.

"Tapi warga masih khawatir jika ada banjir lagi karena musim hujan. Pak Bupati sudah mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap banjir," sambungnya.

Firdaus Firman menyebutkan, 1.020 unit rumah warga terendam banjir, sekolah empat unit dan masjid tiga unit serta empat jembatan rusak.

Empat jembatan tersebut terletak di Lubuk Gadang Selatan, Kecamatan Sangir, Pakan Rabaa, Kecamatan Koto Parik Gadang Diateh, Pasir Talang, Kecamatan Sungai Pagu, dan Luak Kapau, Kecamatan Pauh Duo.

Firdaus menyebutkan, kerusakan jembatan itu membuat akses masyarakat menjadi terganggu.

Detik-detik Banjir Bandang di Agam Sumbar, Salman Dengar Teriakan Suara Longsor Sudah Datang

Banjir Galapung Tanjung Sani Agam Rusak 13 Rumah, Material Longsor Tutup Jalan Sepanjang 100 Meter

"Ada beberapa yang segera perlu ditangani. Pak Bupati menginstruksikan agar dipasang bronjong di atas jembatan agar arus lalu lintas bisa sedikit lebih lancar," katanya.

Salah satu jembatan yang cukup vital, jelas Firdaus Firman ialah jembatan Sungai Pangkua, Nagari Pakan Rabaa Kecamatan Koto Parik Gadang Diateh (KPGD) yang menghubungkan Jorong Sungai Pangkua ke Pakan Rabaa.

"Itu mengalami kerusakan parah. Tapi dapat diatasi untuk sementara," terang Firdaus Firman

Sementara, untuk kerugian akibat banjir, Firdaus Firman mengungkap cukup besar.

"Sabtu siang sebesar Rp 7 miliar lebih," katanya. (*)

Sumber: Tribun Padang
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved