Tour de Singkarak 2019

Tour de Singkarak Mengemuka Lalu Jadi Ikon Indonesia di Mata Dunia Internasional

Wakil Ketua Pengurus Besar Ikatan Sepeda Sport Indonesia PB ISSI Andhika Anindyaguna Hermanto mengapresiasi iven Tour de

Tour de Singkarak Mengemuka Lalu Jadi Ikon Indonesia di Mata Dunia Internasional
TribunPadang.com /Rizka Desri Yusfita
Tour de Singkarak 2019 telah menjadi ikon Indonesia di dunia Internasional, iven kali ini berakhir di Danau Cimpago Pantai Padang, Minggu (10/11/2019). 

Tour de Singkarak Bukan Hanya Kebanggaan Warga Sumbar, Melainkan Ikon Indonesia di Mata Internasional

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Wakil Ketua Pengurus Besar Ikatan Sepeda Sport Indonesia PB ISSI Andhika Anindyaguna Hermanto mengapresiasi iven Tour de Singkarak (TdS) 2019 karena berjalan sukses.

Pihaknya berkomitmen akan selalu mendukung dan memberikan asistensi, bantuan teknis agar TDS kian berkembang di tahun-tahun berikutnya.

"Tour de Singkarak bukan hanya kebanggaan warga Sumbar, tapi ikon Indonesia di mata internasional.
Setelah Tour de Singkarak kami ingin olahraga sepeda berkembang di Sumbar," harap Andhika Anindyaguna Hermanto.

Selama di Sumbar, Andhika Anindyaguna Hermanto. mengaku sempat berwisata ke kawan wisata Mandeh di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumbar.

Ini Kata Artis Minang, Kintani Putri Medya Bisa Tampil saat Penutupan Tour de Singkarak 2019

Sijunjung Tuan Rumah Lomba Arung Jeram, Gelar Silokek Geofest Rafting World Cup 2019

Dia memuji kemolekan Mandeh dan berharap tetap menjadi salah satu ikon pariwisata di Sumbar.

"Kawasan wisata Mandeh bagus sekali. Semoga ke depan lebih banyak didatangi wisatawan," kata Andhika Anindyaguna Hermanto.

Sementara itu, Wali Kota Padang Mahyeldi yang hadir saat grand finish mengatakan kota Padang pernah diguncang gempa 7,6 SR.

Untuk mengembalikan pariwisata Sumbar, maka muncullah ide untuk menyelenggarakan Tour de Singkarak.

TDS yang merupakan penyelenggaraan yang ke-11, kata Mahyeldi, jangkauannya semakin luas.

Yakni melintasi 15 kabupaten dan kota di Sumbar dan dua di Provinsi Jambi.

"Keistimewaannya di samping melibatkan dua kabupaten dan kota di Jambi, tapi juga melewati kawasan Mandeh yang baru kali ini dilewati pembalap pada iven TdS. Kata banyak orang, kawasan Mandeh juga raja ampatnya Indonesia. Ini sangat mempesona," puji Mahyeldi.

Mahyeldi berharap, ke depan semangat yang ada bisa meningkatkan pelaksanaan TdS di masa yang akan datang.

"Kami atas seluruh masyarakat dan pemerintah Kota Padang, memberikan penghargaan kepada semua pihak sehingga TdS terselenggara dengan baik.

Ini mampu meningkatkan wisatawan di masa datang dan meningkatkan investasi di daerah yang dilewati TdS," tutur Mahyeldi.(TribunPadang.com/Rizka Desri Yusfita)

Penulis: Rizka Desri Yusfita
Editor: Emil Mahmud
Sumber: Tribun Padang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved