Festival Wakaf Buku

Festival Wakaf Buku di Kota Padang Libatkan Sederet Komunitas Penggerak Literasi

Festival wakaf buku (FWB),yang diadakan komunitas Muda Literat dan Orang kaya buku menghadirkan diskusi asyik dengan komunitas Ratjun Buku pada Minggu

Tayang:
Penulis: Rima Kurniati | Editor: Emil Mahmud
TribunPadang.com/Rima Kurniati
Festival wakaf buku yang diadakan komunitas Muda Literat dan Orang kaya buku menghadirkan diskus asyik dengan komunitas Ratjun Buku pada Minggu (10/11/2019) di Kupi Batigo, Padang, Sumbar 

Ibu, Anak dan Buku jadi perbincangan diskusi asyik pada Festival Wakaf Buku

Laporan Wartawan TribunPadang.com, Rima Kurniati

TRIBUNPADANG.COM, PADANG- Festival wakaf buku (FWB),yang diadakan komunitas Muda Literat dan Orang kaya buku (OKB), menghadirkan diskusi asyik bersama komunitas Ratjun Buku pada Minggu (10/11/2019) di Kupi Batigo, Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat.

Diskusi asyik ini mengangkat tema Ibu, Anak dan Buku yang kali ini menghadirkan penulis buku anak lainnya.

Menurut Wulan, anak yang mencintai buku akan mempunyai pola pikir kreatif, serta daya imajinasi dan berkarakter yang baik.

Sejauh ini, lanjutnya keluarga memiliki peran utama mengenalkan literasi pada anaknya khususnya ibu.

Wulan bercerita setiap hari dirinya membacakan buku cerita atau dogeng buat kedua anaknya.

"Setiap malam saya bacakan minimal dua cerita," kata perempuan yang akrap disapa Kak Wulan.

Wulan menuturkan tentang anak pertamanya, bernama Razak.

Sebelumnya, si anak tersebut masih pemalu lalu secara rutin dibacakan cerita.

Alhasil, kemudian lanjutnya si anak menjadi lebih percaya diri dan berani tampil kedepan.

"Anak saya yang pertama razak, dia pemalu namun perubahannya luar biasa, kata gurunya kalau di sekolah dia selalu maju kedepan. Bahkan gurunya bilang anak ibuk tidak ditunjuk, karena dia terus-terusan itulah manfaatnya buku," ungkap Wulan.

Wulan mengatakan sebagai seorang ibu dengan rutinitas dan kewajiban yang banyak terkadang memang melelahkan membacakan buku cerita pada anak.

Namun Wulan bergantian dengan suaminya membacakan buku pada sang anak.

"Jihan masih dibacakan, kadang memang lelah, namanya orang tua capek, kami ganti-gantian membacakannya, bersama menggerakan literasi keluarga," tambah Wulan.

Sumber: Tribun Padang
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved