Persepsi yang Salah Tentang Pangan Sehat Membahayakan Masa Depan Anak

Kesalahan pola asuh menjadi faktor penyumbang gizi buruk pada anak di beberapa daerah dengan prevalensi stunting yang tinggi.

Persepsi yang Salah Tentang Pangan Sehat Membahayakan Masa Depan Anak
istimewa
Ketua Harian YAICI Arif Hidayat Memberikan Sosialisasi Mengenai Gizi Anak 

TRIBUNPADANG.COM - Kesalahan pola asuh menjadi faktor penyumbang gizi buruk pada anak di beberapa daerah dengan prevalensi stunting yang tinggi.

Hal ini erat kaitannya dengan pola pemberian makanan sehari-hari untuk menunjang pertumbuhan balita.

Anak akan mempunyai pertumbuhan yang baik meskipun dalam kondisi ekonomi lemah, jika ibu memberikan pola asuh yang baik dalam pemberian makanan sehari-hari. 

Provinsi Sumatera Barat memiliki angka prevalensi stunting yang tinggi yaitu mencapai 30,8%.

Kota Solok Buka 68 Formasi CPNS 2019, Tenaga Medis dan Kesehatan Nihil

Rincian Formasi CPNS Tanah Datar, Ajukan 243 Disetujui 169 Kursi, Tenaga Kesehatan hanya 24 Formasi

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat, sepanjang 2018, terdapat 6.793 bayi usia di bawah dua tahun (baduta) bergizi buruk, 15.942 baduta bertubuh pendek (stunting), 6.685 bayi berbadan sangat kurus. Tidak saja baduta, kondisi memprihatinkan juga terjadi pada anak di bawah lima tahun (balita).

Sedikitnya, 28.898 anak terdata kurang gizi. Sebanyak 59.641 balita stunting, dan 19.667 orang berbadan sangat kurus. Jika ditotalkan, jumlah baduta dan balita mencapai 137.626 orang. Masing-masing, 35.691 orang kurang gizi. Lalu, 75.583 bayi mengidap stunting dan 26.352 bayi berbadan sangat kurus.

Niat Puasa Senin Kamis Tulisan Arab, Latin dan Artinya, Keutamaan Puasa Senin-Kamis bagi Kesehatan

Dirut BPJS Kesehatan: Kenaikan Iuran untuk Peningkatan Kualitas Layanan Kesahatan

Disamping kondisi ekonomi, akar dari ketidakseimbangan gizi ini disebabkan kurangnya pemahaman masyarakat mengenai kebutuhan gizi keluarga, jenis makanan hingga pengaturan ragam makanan.

Karena itu saat ini Provinsi Sumatera Barat gencar melakukan pelatihan dan edukasi gizi, baik untuk tenaga kesehatan maupun langsung ke masyarakat umum.

Selaras dengan upaya pemerintah provinsi tersebut, Yayasan Abhipraya Insan Cendekia Indonesia (YAICI) bersama Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah Sumatera Barat menyelenggarakan edukasi Pangan Sehat Bergizi.

Ramalan Zodiak Sabtu 2 November 2019, Leo Berinteraksi dengan Banyak Orang, Capricorn Jaga Kesehatan

Tak Cuma Tarif BPJS Kesehatan, Tarif Listrik, Tol hingga Cukai Rokok Juga Akan Naik di 2020

Ketua Harian YAICI Arif Hidayat mengataan rendahnya pengetahuan masyarakat tentang gizi mengakibatkan banyak terjadi mispersepsi dan orang tua yang keliru memberikan asupan gizi untuk anak.

Halaman
1234
Editor: Mona Triana
Sumber: Tribun Padang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved