Asap Kembali Terpantau Masuk Wilayah Sumbar, Warga Diminta Waspada Turunnya Kualitas Udara
Kualitas udara di wilayah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) berada di level menengah tiga hari terakhir.
Penulis: Rizka Desri Yusfita | Editor: Mona Triana
Laporan Wartawan TribunPadang.com, Rizka Desri Yusfita
TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Kualitas udara di wilayah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) berada di level menengah tiga hari terakhir.
Hal tersebut diindikasikan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) GAW Koto Tabang.
"Kalau sekarang PM10 masih berada di angka 58 ug/m3. Kalau tiga hari terakhir menunjukkan angka level menengah yang umumnya terjadi mulai siang hingga sore hari.
• Nelayan di Pantai Purus Padang hanya Bisa Melaut 3 Jam Sehari karena Angin Kencang dan Kabut Asap
• Baksmi Pengurai Sampah Inovasi Pelajar Dharmasraya, Bakar Sampah Tanpa Khawatir Polusi Asap
Level ini masih berada di bawah baku mutu PM10 yaitu 150 ug/m3," kata Kepala Stasiun GAW Bukit Kototabang Wan Dayantolis.
Dikatakan Wan Dayantolis, kondisi ini diprediksi akan berlangsung hingga satu hari ke depan.
"Potensi ini hanya untuk satu hari ke depan saja. Analisis citra satelit Himawari oleh BMKG pada 14 Oktober 2019 pukul 11.00 WIB menunjukkan adanya sebaran asap yang mulai masuk ke wilayah Tenggara Sumbar yakni Dharmasraya," kata Wan Dayantolis.
• Badan Pusat Statistik (BPS) Klaim Kabut Asap Tak Pengaruhi Kunjungan Wisatawan Asing ke Sumbar
• UK-WP2 Sospol Universitas Negeri Padang Ikut Berikan Bantuan untuk Korban Kabut Asap Riau
Sebaran asap sendiri terpantau meluas dari wilayah Riau, Jambi dan Sumsel.
Hal tersebut menurut Wan Dayantolis, sejalan dengan masih adanya hotspot yang terpantau pada daerah tersebut.
Adapun parameter Aerosol Optical Depth (AOD), kata Wan Dayantolis, masih berada pada nilai <1, yang berarti kondisi udara secara umum belum terkontaminasi partikulat padat seperti debu dan partikel asap kebakaran.
• Aksi Cepat Tanggap Sumatera Barat Kirim 7 Ton Beras untuk Korban Kabut Asap Riau
• Sumbar Terpapar Kabut Asap, Kadis Pangan Padang: Kualitas Sayur Turun Akibat Kabut Asap
"Berdasarkan prediksi model terdapat potensi penurunan kualitas udara ke level sedang secara meluas pada, Selasa, 15 Oktober 2019.
Dampak yang umum terasa adalah penurunan jarak pandang," sebut Wan Dayantolis dalam rilis yang diterima TribunPadang.com.
• Gubernur Riau ke Luar Negeri saat Warganya Terpapar Kabut Asap, Mendagri: Itu Sangat Disayangkan
• Sapi Mati Mendadak di Limapuluh Kota karena Kabut Asap? Begini Penjelasan Dinas Peternakan Sumbar
Menurut Wan Dayantolis, keberadaan PM10 dengan konsentrasi pada level sedang biasanya memberi dampak kurang baik pada kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia serta kelompok yang memang memiliki riwayat gangguan saluran pernafasan.
"Pada kelompok tersebut kiranya dapat mengurangi aktivitas di luar ruangan," kata Wan Dayantolis. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/kabut-asap-tampak-menyelimuti-kota-padang-sumatera-barat-senin-2392019.jpg)