Arteria Dahlan Sebut Prof Emil Salim Dimanfaatkan Terkait UU KPK Hasil Revisi
Politikus PDI Perjuangan Arteria Dahlan mengaku tak ambil pusing apabila sikapnya saat berdebat dengan Emil Salim dalam acara "Mata Najwa" di Trans 7
Berikut hasil wawancara Tribunnews.com dengan Arteria Dahlan:
Bagaimana penjelasannya terkait perdebatan pak Arteria dengan ekonom Emil Salim di Mata Najwah yang kini menjadi viral:
Tidak apa-apa, saya mewakafkan diri saya untuk menyatakan yang benar. Walau terkesan tidak populer sekalipun.
Sekarang yang dibahas bukan perppu lagi tapi sikap saya yg kurang sopan. Lah, kita ini belajar jujur dan menyatakan yang benar saja tidak berani.
Dalam acara Mata Najwa kemarin malam yang membahas Perppu KPK, Pak Arteria Dahlan terlibat debat panas dengan ekonom Emil Salim. Saking tingginya tensi perdebatan tersebut, bapak sampai menunjuk-nunjuk dan menyebut Emil Salim Sesat. Apa penjelasan bapak?
Saya tidak emosi. Saya hanya sayangkan seorang tokoh senior yang saya hormati, dimanfaatkan untuk mengutarakan hal-hal yang sebenarnya di luar kapasitas beliau.
Awalnya kan saya sangat sopan, tapi ini kan sudah didesign. Prof Emil yang nota bene tidak berlatar belakang hukum dan beliau tidak memahami benar materi muatan yang ada di Revisi UU KPK tiba-tiba berpendapat banyak kelirunya.
Sudah dicoba untuk diklarifikasi tapi justru menyerang kehormatan, tidak hanya menghina bahkan menista kami tapi juga institusi DPR. Dan itu dilakukan secara tanpa dasar, berulang-ulang dan dipertontonkan dihadapan jutaan pemirsa TV, maupun suporter najwa.
Bagi saya ini masalah perjuangan ideologi, saya datang untuk melakukan dialektika kebangsaan bukan utk debat kusir dan penggiringan opini. Dari sejak awal saya melihat ini sudah tidak sehat.
Saya minta prof Emil tarik ucapannya. Baca dulu dengan baik materi muatan revisi UU KPK. Pahami fakta hukum dan sosial yang ada, bicara sesuai keahlian saja. Beliau kan ekonom tapi bicara seolah-olah ahli hukum. Jangan bicara revisi UU KPK karena DPR banyak yang ditangkap.
Saya juga menanyakan sadar ga beliau bahwa beliau dibesarkan oleh Orba yang penuh dengan perilaku koruptif. Apa yang beliau perbuat? Jangan tiba tersadarkan saat ini dan merasa diri lebih hebat, lebih bersih dari kami yang di DPR.
Apa yang beliau perbuat sewaktu jadi menteri dahulu? Kok ga berani bicara seperti ini waktu beliau menjabat dahulu, koreksi DPR-nya koreksi presidennya. Kan tidak dia lakukan.
Apakah bapak marah saat itu?
Kalau anda, institusi DPR di tempat anda bekerja dan Partai Politik tempat kita dibesarkan tidak hanya dilecehkan, tapi dihina, dinista dan difitnah, tentu kita akan bereaksi. Tidak marah.
Ada message, sudah ga jamannya lagi perdebatan issue-issue konstitusional dilakukan dengan penggiringan opini publik dengan membawa tokoh-tokoh masyarakat. Pakai kanal konstitusi lah. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/anggota-dpr-ri-dari-fraksi-pdi-p-arteria-dahlan-saatjpg.jpg)