Arteria Dahlan Sebut Prof Emil Salim Dimanfaatkan Terkait UU KPK Hasil Revisi

Politikus PDI Perjuangan Arteria Dahlan mengaku tak ambil pusing apabila sikapnya saat berdebat dengan Emil Salim dalam acara "Mata Najwa" di Trans 7

Tayang:
Editor: Mona Triana
KOMPAS.com/Kristian Erdianto
anggota-dpr-ri-dari-fraksi-pdi-p-arteria-dahlan-saat.jpg 

TRIBUNPADANG.COM - Politikus PDI Perjuangan Arteria Dahlan mengaku tak ambil pusing apabila sikapnya saat berdebat dengan Emil Salim dalam acara "Mata Najwa" di Trans 7 dianggap kurang sopan.

Malah, Arteria Dahlan menilai Emil Salim yang merupakan tokoh senior ini dimanfaatkan untuk berbicara terkait Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi hasil revisi.

"Saya hanya sayangkan seorang tokoh senior yang saya hormati, dimanfaatkan untuk mengutarakan hal-hal yang sebenarnya di luar kapasitas beliau," kata Arteria saat dihubungi, Kamis (10/10/2019).

Najwa Shihab Skak Mat Arteria Dahlan Saat Mencecar Feri Amsari: Nggak Semua Orang Bisa Dibayar

Trending Topic Politikus PDIP Arteria Dahlan Tunjuk & Maki Prof Emil Salim Sesat di Mata Najwa

Arteria Dahlan menjelaskan, dalam acara tersebut awalnya ia berdebat dengan sopan.

Namun, kata dia, ada yang merancang bahwa Emil yang tidak memiliki latar belakang hukum dan tak memahami materi revisi UU KPK berpendapat keliru dan menyerang DPR.

"Sudah dicoba untuk diklarifikasi tapi justru menyerang kehormatan, tidak hanya menghina bahkan menista kami tapi juga institusi DPR," tutur Arteria Dahlan.

"Dan itu dilakukan secara tanpa dasar, berulang-ulang dan dipertontonkan dihadapan jutaan pemirsa TV, maupun suporter Najwa," ujarnya.

Arteria Dahlan Tunjuk-tunjuk Emil Salim saat Mata Najwa,Sudjiwo Tedjo: Mbak Mega Baiknya Minta Maaf

Pemprov Sumbar Terima Dana Bantuan untuk Perantau Minang di Wamena dari Yayasan Adzkia

Sebagai informasi, Emil Salim merupakan salah satu tokoh senior yang diundang Presiden Joko Widodo ke Istana Kepresidenan untuk berbicara mengenai Undang-Undang KPK hasil revisi.

Emil Salim dan sejumlah tokoh kemudian menyarankan Presiden Jokowi untuk mengeluarkan Perpu KPK. Jokowi juga diminta berani untuk melawan kehendak partai politik.

Namun, hingga saat ini Jokowi belum juga merilis Perpu KPK. Dalam acara di "Mata Najwa" yang tayang pada Rabu (9/10/2019) malam,

Arteria Dahlan berkali-kali bersuara tinggi saat berdebat dengan ekonom Emil Salim.

Dikutip dari Warta Kota, Arteria Dahlan bahkan menyebut pemikiran Emil Salim sesat saat menyampaikan sebuah argumen bahwa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyampaikan laporan pertanggungjawaban setiap tahun.

KONDISI Menkopolhukam Wiranto Setelah Diserang, Dilarikan ke RSUD Berkah Pandeglang

Kru Yamaha Ungkapkan Valentino Rossi Bakal Sulit Kembali Raih Kemenangan

Video Arteria Dahlan dan Emil Salim diunggah di akun Twitter Trans 7 dan menjadi viral.

Sikap Arteria dalam acara "Mata Najwa" itu menuai protes dari netizen.

Banyak netizen geram dan menilai sikap Arteria tidak sopan. 

Berikut hasil wawancara Tribunnews.com dengan Arteria Dahlan:

Bagaimana penjelasannya terkait perdebatan pak Arteria dengan ekonom Emil Salim di Mata Najwah yang kini menjadi viral:

Tidak apa-apa, saya mewakafkan diri saya untuk menyatakan yang benar. Walau terkesan tidak populer sekalipun.

Sekarang yang dibahas bukan perppu lagi tapi sikap saya yg kurang sopan. Lah, kita ini belajar jujur dan menyatakan yang benar saja tidak berani.

Dalam acara Mata Najwa kemarin malam yang membahas Perppu KPK, Pak Arteria Dahlan terlibat debat panas dengan ekonom Emil Salim. Saking tingginya tensi perdebatan tersebut, bapak sampai menunjuk-nunjuk dan menyebut Emil Salim Sesat. Apa penjelasan bapak?

Saya tidak emosi. Saya hanya sayangkan seorang tokoh senior yang saya hormati, dimanfaatkan untuk mengutarakan hal-hal yang sebenarnya di luar kapasitas beliau.

Awalnya kan saya sangat sopan, tapi ini kan sudah didesign. Prof Emil yang nota bene tidak berlatar belakang hukum dan beliau tidak memahami benar materi muatan yang ada di Revisi UU KPK tiba-tiba berpendapat banyak kelirunya.

Sudah dicoba untuk diklarifikasi tapi justru menyerang kehormatan, tidak hanya menghina bahkan menista kami tapi juga institusi DPR. Dan itu dilakukan secara tanpa dasar, berulang-ulang dan dipertontonkan dihadapan jutaan pemirsa TV, maupun suporter najwa.

Bagi saya ini masalah perjuangan ideologi, saya datang untuk melakukan dialektika kebangsaan bukan utk debat kusir dan penggiringan opini. Dari sejak awal saya melihat ini sudah tidak sehat.

Saya minta prof Emil tarik ucapannya. Baca dulu dengan baik materi muatan revisi UU KPK. Pahami fakta hukum dan sosial yang ada, bicara sesuai keahlian saja. Beliau kan ekonom tapi bicara seolah-olah ahli hukum. Jangan bicara revisi UU KPK karena DPR banyak yang ditangkap.

Saya juga menanyakan sadar ga beliau bahwa beliau dibesarkan oleh Orba yang penuh dengan perilaku koruptif. Apa yang beliau perbuat? Jangan tiba tersadarkan saat ini dan merasa diri lebih hebat, lebih bersih dari kami yang di DPR.
Apa yang beliau perbuat sewaktu jadi menteri dahulu? Kok ga berani bicara seperti ini waktu beliau menjabat dahulu, koreksi DPR-nya koreksi presidennya. Kan tidak dia lakukan.

Apakah bapak marah saat itu?

Kalau anda, institusi DPR di tempat anda bekerja dan Partai Politik tempat kita dibesarkan tidak hanya dilecehkan, tapi dihina, dinista dan difitnah, tentu kita akan bereaksi. Tidak marah.

Ada message, sudah ga jamannya lagi perdebatan issue-issue konstitusional dilakukan dengan penggiringan opini publik dengan membawa tokoh-tokoh masyarakat. Pakai kanal konstitusi lah. (*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Arteria Dahlan Tak Masalah Dicibir Kurang Sopan, Dia Malah Sebut Emil Salim Dimanfaatkan, 

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved