Berita Sumbar Hari Ini

ACT Sumbar Hadirkan Korban yang Selamat saat Insiden Rusuh di Wamena, Papua

Aksi Cepat Tanggap (ACT) Sumatera Barat (Sumbar) melakukan konferensi pers mengenai tragedi kemanusiaan yang terjadi di Wamena Papua.

Penulis: Merinda Faradianti | Editor: Emil Mahmud
TribunPadang.com/Merinda Faradianti
Aksi Cepat Tanggap (ACT) Sumatera Barat (Sumbar) melakukan konferensi pers, di Padang pada Selasa (1/10/2019) kali ini mengenai tragedi kemanusiaan yang terjadi di Wamena Papua. 

ACT Sumatera Barat (Sumbar) Adakan Konferensi Pers Mengenai Korban Tragedi di Wamena Papua

Laporan Wartawan TribunPadang.com, Merinda Faradianti

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Aksi Cepat Tanggap (ACT) Sumatera Barat (Sumbar) melakukan konferensi pers mengenai tragedi kemanusiaan yang terjadi di Wamena Papua.

ACT Sumbar mendatangkan Erizal (42) yang menjadi salah seorang korban selamat saat insiden tersebut terjadi.

Erizal (42) merupakan perantau Minang yang berdomisili di Wamena Papua dan menjadi pedagang sembako di sana.

Saat kerusuhan tersebut terjadi, Erizal (42) kehilangan 3 orang anggota keluarganya. Ia kehilangan istri, anak, serta seorang keponakannya.

Hal tersebut menimbulkan trauma mendalam bagi Zal. Saat melakukan konferensi pers, Erizal datang bersama keluarganya yang ada di Pesisir Selatan datang ke kantor ACT Sumbar untuk memberikan kesaksian.

Erizal sendiri mengalami luka bakar di sebagian tubuhnya. Saat menceritakan ulang, Erizal sedikit terbata-bata.

BREAKING NEWS - 300 Perantau Minangkabau Tinggalkan Wamena, Ada 600 Orang Masih Bertahan

Tiga Pesawat Hercules Bantu Evakuasi Perantau Minang Keluar Wamena, Papua

1.470 Perantau Minang di Wamena Ingin Pulang Kampung, Wagub Sumbar Ajak Semua Ikut Membantu

Seperti dilansir TribunPadang.com menyusul tragedi kemanusiaan di Wamena Papua, lalu Aksi Cepat Tanggap (ACT) Sumatera Barat (Sumbar) menyambangi rumah duka korban di kampungnya, yang berada di Sungai Rampan, Koto Nan Tigo IV Koto Hilie, Batang Kapas, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Provinsi Sumatera Barat (Sumbar). 

"Bapak Zal (35) merupakan korban yang selamat dari tragedi kemanusian di Wamena-Papua ini, namun istri dan anak beliau tidak dapat selamat," kata Branch Manager ACT Sumbar, Zeng Wellf saat dikonfirmasi ulang, Senin (30/9/2019).

Kepada ACT lanjut Zeng Wellf bahwa dari keterangan Zal (35) yang turut menjadi korban menyampaikan awal mula terjadinya tragedi kemanusiaan tersebut.

"Bapak Zal bercerita waktu itu melihat orang berkerumunan beramai-ramai mendatangi kios-kios, termasuk ke kios kami.

Kami dikepung di dalam rumah yang ada di belakang kios, jumlahnya sekitar 30-an. Kami sudah pasrah untuk mati semua.

Ada Keponakan kami yang bernama Yoga menahan pintu. Namun kerumunan di luar memaksa untuk membuka pintu. Kami dilempari dan ditembaki dengan panah," ungkap Zeng Wellf saat menceritakan kembali.

Zal yang menjadi korban menyaksikan istri dan anaknya dianiaya hingga meninggal dunia.

Sumber: Tribun Padang
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved