Citizen Journalism

OPINI - Merekonstruksi Kembali Sistem Pendidikan Surau

DEWASA ini, surau yang merupakan Akademi intelektual dan tempat berkumpulnya orang-orang terdidik di Minangkabau

Penulis: Emil Mahmud | Editor: Mona Triana
Istimewa/Dok.Pribadi
Andreas Mazland, Mahasiswa Program Studi Sejarah Indonesia, FIB Universitas Andalas 

Merekonstruksi Kembali Sistem Pendidikan Surau

Opini: Andreas Mazland *)

DEWASA ini, surau yang merupakan Akademi intelektual dan tempat berkumpulnya orang-orang terdidik di Minangkabau, sudah tidak terlihat lagi peranannya dalam membentuk identitas anak Minangkabau.

Untuk mengetahui seperti apa bentuk konkret terkikisnya peranan surau di dalam batang tubuh kebudayaan Minangkabau, cukup dengan melihat karakter pemuda Minang masa kini.

Maka akan terlihat dengan jelas bahwa peranan surau di Minangkabau sudah tidak berjalan sebagaimana dahulunya.

Dengan kata lain karakter generasi muda Minang masa kini, sangat jauh dari bayangan kita tentang betapa mahsyurnya pendidikan “Surau” di masa lampau.

Hal ini bisa jadi adalah sebuah kesalahan yang sangat fatal bagi keberlangsungan kebudayaan Minangkabau.

Lantaran yang roboh bukan surau-nya melainkan generasi penerus kejayaan Minangkabau di masa mendatang.

Kenapa? Karena mereka telah kehilangan jati diri. Padahal, surau adalah tempat dimana setiap laki-laki Minangkabau ditempa.

Lalu mengapa akademi tempat berkumpulnya para intelektual Minangkabau itu tergerus? Apakah, sistem pendidikan surau itu sudah tidak sesuai lagi dengan zaman?

Semua orang tentu saja, memiliki pendapat yang berbeda-beda terhadap masalah ini.

Namun, secara jelas peranan surau sangat penting dalam membangun kebudayaan Minangkabau yang kita kenal lewat sastra-sastra balai pustaka tempo dulu, yang bercerita tentang betapa megahnya adat orang Minangkabau.

Oleh karena itu pendidikan surau harus kembali dihidupkan, agar generasi milenial Minangkabau tidak kehilangan identitas ke-Minangkabauannya dan terjerembat ke jurang yang lebih curam lagi.

Salah satu cara paling ampuh untuk mengembalikan semangat babaliak ka surau adalah dengan mendoktrin generasi muda dengan memperkenalkannya pada sejarah surau itu sendiri.

Dengan kata lain yakni melalui literasi yang berbicara tentang betapa pentingnya dan berharganya surau bagi Kebudayaan Minangkabau.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved