Berita Sumbar Hari Ini

Titik Panas Kepung Propinsi Sekitar Sumbar, Kualitas Udara Bisa Turun Bila Arah Angin Berubah

Lebih lanjut ia menambahkan, berdasarkan pantauan juga didapati konsentrasi CO dan PM10 yang umumnya berada pada kategori BAIK

Titik Panas Kepung Propinsi Sekitar Sumbar, Kualitas Udara Bisa Turun Bila Arah Angin Berubah
Dok: BPBD Dharmasraya
Petugas BPBD Dharmasraya membagi-bagikan masker karena Dharmasraya diterpa asap kiriman beberapa waktu lalu 

Laporan Wartawan TribunPadang.com, Rizka Desri Yusfita

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Kepala Stasiun GAW Bukit Kototabang Wan Dayantolis mengatakan dalam seminggu terakhir terjadi peningkatan titik panas di beberapa wilayah Kalimantan dan Sumatera.

Jika peningkatan titik panas terjadi dan pola angin terus bergerak dari wilayah timur dan selatan Sumatera lalu mengarah ke wilayah Sumatera Barat, dikhawatirkan akan menyebabkan menurunnya kualitas udara di Sumatera Barat.

"Berdasarkan pantauan pada 3 hari terakhir pola angin bervariasi dari timur hingga tenggara.

Kemudian juga terpantau beberapa titik panas di Sumatera, rinciannya 126 titik di Riau, 92 titik di Jambi, 60 titik di Sumatera Selatan, dan 1 titik di Sumbar," kata Wan Dayantolis, Senin (9/9/2019).

Dijelaskan Wan Dayantolis, 1 titik panas yang terpantau di Dharmasraya itu berada di daerah Pulau Punjung dengan tingkat kepercayaan 84 persen.

Lebih lanjut ia menambahkan, berdasarkan pantauan juga didapati konsentrasi CO dan PM10 yang umumnya berada pada kategori BAIK.

Namun, pada 6 September 2019 terpantau terjadinya peningkatan konsentrasi PM10 hingga kategori SEDANG.

Ia menjelaskan, CO merupakan indikasi pembakaran tidak sempurna yang merupakan indikasi karhutla yang relatif intensif.

Sementara, PM10 merupakan pengukuran partikulat padat di atmosfer.

Menurut Wan Dayantolis, adanya hotspot yang terpantau pada wilayah di sekitar Sumbar memberi dampak penurunan kualitas Udara yang terukur di Stasiun Pemantau Atmosfer Global Bukit Kototabang.

Tak hanya itu, berkurangnya curah hujan yang berfungsi sebagai pencuci udara, dan arah angin yang menuju Sumbar dari daerah terjadinya hotspot atau karhutla juga berpotensi mengurangi kualitas udara di Sumbar.

Jika kondisi tersebut terus terjadi, pihaknya mengimbau kepada masyarakat untuk mengurangi pembakaran sampah serta meminimalisir terjadinya kebakaran lahan.

"Bila diperlukan agar menggunakan masker saat ke luar rumah," ujar Wan Dayantolis.(*)

Penulis: Rizka Desri Yusfita
Editor: afrizal
Sumber: Tribun Padang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved