Sinopsis Ishq Subhan Allah

Sinopsis Ishq Subhan Allah Sabtu 7 September 2019 Episode 55, Sinema India ANTV Jam 14.00 WIB

Sinopsis Film Sinema India Ishq Subhan Allah Episode 55 Sabtu 7 September 2019 di ANTV Jam 14.00 WIB

Penulis: Saridal Maijar | Editor: Saridal Maijar
Intifilm.com
Sinopsis Ishq Subhan Allah Sabtu 7 September 2019 Episode 55, Sinema India ANTV Jam 14.00 WIB. 

Kabeer mengatakan tentara melindungi kita, mereka berdiri siang dan malam untuk kita, mendengarkan tangisan mereka ketika ayah mereka meninggal, menolong mereka, ini adalah perbuatan terbesar yang bisa kau lakukan.

Semua bertepuk tangan dan menerima hukum itu. Zara berpikir bahwa Rizwan salah, belas kasihan Kabeer akan menjadikannya imam terbaik.

Zara mengatakan kepada Kabeer bahwa aku bangga padamu.

Kabeer mengatakan aku tidak pernah melakukan apa pun untuk membuat orang bangga, aku tidak peduli apa yang mereka pikirkan, bahkan jika itu istri ku atau saudara laki-laki istri ku, dia berkata aku tidak pantas mendapatkan kursi ini.

Download Lagu DJ Haning Lagu Dayak Vs Lirik Bahasa Indonesia Novie Mentaya, Viral DJ Tik Tok

Shahbaz membaca koran dan memanggil istrinya Ayesha. Di sisi lain, Irfan bersemangat membaca koran dan menelepon Salma.

Mereka senang melihat foto Kabeer di koran dan menghargai usahanya.

Shahbaz mengatakan bahwa Kabeer pantas menjadi imam kepala dan semua orang terkesan dengan tindakannya.

Kabeer mengucapkan terima kasih atas penghargaan mereka dan mengatakan bahwa semua orang telah berkontribusi pada karyanya.

Shahbaz menelpon Irfan dan mengatakan kepadanya bahwa dirinya senang melihat foto Kabeer di koran.

Irfan mengatakan kepadanya bahwa dirinya akan bertemu mereka karena  tidak bisa mengungkapkan kebahagiaannya melalui telpon.

Shahbaz mengatakan kepadanya untuk bahkan membawa Rizwan bersamanya.

Kisah Yessi, Driver Ojol Wanita di Padang, Pernah Diboncengi Penumpang hingga Minta Nomor Kontak

Amir bertemu dengan perwira militer dan mengatakan kepadanya bahwa ia bahkan ingin bergabung dengan timnya dalam memerangi terorisme.

Perwira militer itu mengatakan bahwa untuk Amir pekerjaan kantor adalah yang terbaik karena dia tidak bisa berperang.

Amir menjadi emosional melihat senjatanya dan menangis. Alina menjadi tegang melihat kondisi Amir dan mencoba menenangkannya.

Amir mengatakan kepadanya bahwa ia dapat bekerja dengan tangan kirinya dan mengingat almarhum temannya Aashish.

Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved