Sumbar

Hanifah, Gadis Cantik Pembawa Baki Pengibaran Bendera 17 Agustus 2019 di Kantor Gubernur Sumbar

Perkenalkan Hanifah Aulya Hasanah, gadis cantik yang ditunjuk membawa baki pengibaran bendera 17 Agustus 2019 di Kantor Gubernur Sumbar.

Penulis: Rizka Desri Yusfita | Editor: Saridal Maijar
TRIBUNPADANG.COM/RIZKA DESRI YUSFITA
Hanifah Aulya Hasanah, anggota paskibra yang ditunjuk sebagai pembawa baki pengibaran bendera di Kantor Gubernur Sumbar 17 Agustus 2019, foto bersama orangtua. 

Menurut Hanifah, anggota paskibraka wanita itu identik dengan 'asem' yang artinya senyuman wanita.

Jumpa Semen Padang FC, Widyantoro: Tak Banyak Lakukan Perubahan, Fokus Bangkitkan Mental Pemain PSIS

Selain senyuman, wanita paskibraka harus tinggi dan memiliki postur tubuh yang bagus.

"Kemudian juga sering latihan PBB dan fisik. Semoga nanti bisa tampil sukses pada 17 Agustus 2019.

PBB kami harus bagus. Semua tim harus tampil maksimal. Kami ingin terus semangat," kata Hanifah.

Hanifah menyebut latihan paskibraka bisa dibilang berat sebab tidak hanya dididik PBB tapi juga sikap, tingkah laku, dan tata cara dalam kehidupan sehari-hari.

"Menjadi anggota Paskibra bukanlah hal yang mudah. Mengibarkan bendera merah putih tidak gampang. Emang penuh jerih payah.

Semen Padang Vs PSIS, Respon Asisten Pelatih PSIS Ditanya Sebab Mahesa Jenar Kalah 3 Laga Kandang

Tapi saya bersyukur dan bahagia. Emang berat tanggung jawabnya, tapi dengan latihan yang sudah dilakukan, diharapkan tampilnya bisa lebih baik," harap Hanifah.

Bagi Hanifah, tanggung jawab mengibarkan bendera merah putih pada detik-detik proklamasi berat.

Makna kemerdekaan baginya ialah mengingat jasa para pahlawan yang telah gugur.

Ia optimis bisa dilakukan dengan berlatih dan terus berlatih.

Di setiap lomba yang diikuti, Hanifah selalu mendapat dukungan dari kedua orang tua.

Ibu Hanifah, Novia Dismi sudah menduga anaknya terpilih menjadi pembawa baki di provinsi karena Hanifah menjadi cadangan saat seleksi paskibraka nasional.

Film ‘Bungo Lado’ Karya Andri Maijar Masuk Nominasi Sumbar Film Festival 2019 Kategori Dokumenter

"Kagetnya pas tahu waktunya pagi. Tapi saya bersyukur dan terharu. Keras, disipilin, dan kemauan tinggi Hanifah membuatnya terpilih menjadi pembawa baki," ujarnya.

Novia Dismi bercerita setiap pagi ia selalu mengantar dan menjemput Hanifah ke lokasi latihan.

"Jadi tukang ojeknya Hanifah tidak sia-sia. Ibu dan ayah selalu antar jemput dia," pungkasnya.

Ia juga mengatakan dalam mengikuti latihan, Hanifah pernah dalam kondisi drop. Sempat diminta berhenti untuk ikut paskibraka.

"Tapi dianya gak mau. Kemauannya tinggi untuk ikut serta. Alhamdulillah, dia terpilih," ujar Novia Dismi. (*)

Sumber: Tribun Padang
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved