BERITA POPULER SUMBAR

POPULER SUMBAR - Jamaah Haji Embarkasi Padang Wafat Bertambah 3 Orang| Prakiraan Cuaca Sumbar

Sejumlah berita seputar Sumatera Barat yang meliputi peristiwa dan informasi menghiasi kanal portal berita TribunPa

Tayang:
Penulis: Emil Mahmud | Editor: Emil Mahmud
Tribunnews/Muhammad Husain Sanusi/MCH2019
ILUSTRASI - Suasana di puncak Jabal Rahmah, Sabtu (10/8/2019) dini hari Waktu Arab Saudi. Ribuan jemaah haji dari berbagai negara incar posisi wukuf di Jabal Rahmah yang diyakini sebagai tempat bertemuanya Nabi Adam dan Hawa. 

TRIBUNPADANG.COM, PADANG -  Sejumlah berita seputar Sumatera Barat yang meliputi peristiwa dan informasi menghiasi kanal portal berita TribunPadang.com, Selasa (13/8/2019) kemarin.

Di antaranya, jamaah haji embarkasi Padang yang wafat bertambah tiga orang lagi serta prakiraan cuaca hingga beberapa hari terakhir.

Simak rangkuman beberapa berita berikut ini: 

1.  BREAKING NEWS - Jamaah Haji Embarkasi Padang Wafat Bertambah 3 Orang Lagi, 2 Orang Asal Bengkulu

Jumlah jamaah haji asal Embarkasi Padang yang meninggal dunia di Arab Saudi hingga hari ini, Selasa (13/8/2019) mencapai enam orang.

Empat di antaranya merupakan jamaah asal Sumatera Barat (Sumbar), sedangkan dua lainnya berasal dari Bengkulu.

Kasi Pembinaan Haji dan Umrah Kemenag Sumbar, Efrizal mengatakan sebelumnya sudah tiga orang jamaah haji asal Sumbar meninggal dunia di tanah suci.

"Ketiganya adalah Suhari Abu Subari (88), Layong Kara Ayub (72), dan Zaini Sirin Hamid (70). Almarhum sudah dimakamkan di tanah suci," kata Efrizal.

Sementara itu, tiga jamaah lainnya yakni Muslimin Ahlul Separdam asal Bengkulu, Amariah Hasan Sadini asal Bengkulu, dan Lazran Mizlan Rais asal Sumbar.

Dijelaskan Efrizal, Muslimin Ahlul Separdam meninggal dunia dalam usia 74 tahun. Almarhum tergabung dalam kloter 7 Padang.

Ilustrasi Haji 2019
Ilustrasi Haji 2019 (Tribun Manado)

"Beliau meninggal dunia di RSAS Mekah pada 8 Agustus 2019 pukul 01.50 WAS. Ia meninggal dengan diagnosa cardiovascular diseases (penyakit yang berkaitan dengan jantung dan pembuluh darah)," jelas Efrizal.

Kemudian, jamaah perempuan atas nama Amariah Hasan Sadini (64) juga meninggal di Mina pada 12 Agustus 2019 pukul 09.37 WAS.

Efrizal tergabung ke dalam kloter 12 Padang. Almarhum meninggal dengan diagnosa cardiovascular diseases.

Lalu, Lazran Mizlan Rais (68) meninggal dunia di Mina, Arab Saudi pada Senin, (12/8/2019) pukul 17.00 Waktu Arab Saudi. Penyebab meninggal diduga akibat Circulatory Diseases.

"Ketiga jenazah jamaah Embarkasi Padang tersebut dikebumikan di Sharaya, Makkah. Total hingga hari ini tercatat empat jemaah asal Sumbar dan dua asal Bengkulu meninggal dunia," ungkap Efrizal.

Berita selengkapnya klik di sini!

2 Gedung Joang '45, Tempat Para Pemuda Kota Padang Merespon Berita Proklamasi Kemerdekaan Indonesia

Gedung Joang '45 atau Gedung Balai Penerangan Pemuda Indonesia (BPPI) Padang terletak di Jalan Pasar Mudik No 50, Kelurahan Pasar Gadang, Kecamatan Padang Selatan, Kota Padang.

Sejarawan Indonesia Gusti Asnan mengatakan Gedung Joang '45 atau Gedung BPPI merupakan gedung tempat para pemuda di Kota Padang merespon berita proklamasi kemerdekaan RI.

Gedung Joang 45.jpg
Gedung Joang 45.jpg (TribunPadang.com/Rizka Desri Yusfita)

"Gedung Joang '45 itu tempat atau markas dari para pemuda yang punya andil besar dalam merespon berita proklamasi yang diproklamirkan Soekarno-Hatta pada 17 Agustus 1945 di Jakarta," kata Gusti Asnan, Senin (12/8/2019).

Dilanjutkan Gusti Asnan, berita proklamasi kemerdekaan RI pertama kali diterima seorang pegawai Pos Telepon dan Telegraf (PTT) yang diperbantukan di Kantor Berita Domei milik tentara Jepang, di Bukittinggi, Sumatera Barat.

"Berita itu pertama kali diterima di Bukittinggi. Residen Sumatera saat itu yang dijabat Moehammad Sjafei tidak percaya dengan berita kemerdekaan tersebut.

Dan dia lari ke Padang Panjang saat awal-awal Indonesia mardeka," jelas Gusti Asnan yang saat ini beraktivitas sebagai Guru Besar Ilmu Sejarah Universitas Andalas (Unand) Padang.

Gusti Asnan melanjutkan, kegamangan tokoh-tokoh tua termasuk Moehammad Sjafei hampir sama dengan keragu-raguan Soekarno-Hatta saat diminta untuk memproklamasikan kemerdekaan.

"Tokoh-tokoh tua tidak mau atau bisa dikatakan tidak percaya dengan berita kemerdekaan, termasuk Moh Syafei ketika itu jadi residen di Sumatera.

Yang merespon itu hanya pemuda-pemuda. Sama dengan Jakarta. Soekarna Hatta juga tidak percaya dan tidak mau memproklamirkan kemerdekaan.

Berita selengkapnya klik di sini!

3  Prakiraan Cuaca BMKG Sumatera Barat Tiga Hari Ke Depan, Berpotensi Hujan Ringan di Sejumlah Wilayah

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Minangkabau Padang Pariaman memberikan informasi prakiraan cuaca di Sumatera Barat tiga hari ke depan, mulai 13 hingga 15 Agustus 2019.

Pantauan BMKG Minangkabau Padang Pariaman pada Selasa, (13/8/2019) pagi cuaca berawan dan berpotensi hujan ringan di wilayah Pasaman Barat Agam, Pariaman, dan Padang Pariaman.

Siang hingga sore hari, provinsi yang terletak di pesisir barat di bagian tengah pulau Sumatera ini dihiasi cuaca berawan.

peringatan-dini-cuaca-bmkg (1)
peringatan-dini-cuaca-bmkg (1) (tribunnews)

Lalu, ada potensi hujan ringan di wilayah Pesisir Selatan, Solok Selatan, dan Kabupaten Solok.

Lalu, pada malam hari provinsi dengan Padang sebagai ibu kotanya ini dihiasi cuaca berawan dan berpotensi hujan ringan di wilayah Kabupaten Solok, Solok Selatan, Limapuluh Kota, dan Payakumbuh.

Selanjutnya, pada dinihari cuaca diprediksi berawan dan berpotensi hujan ringan di wilayah Agam dan Pasaman Barat.

Kemudian, suhu udara di Sumatera Barat pada hari ini diprediksi berkisar antara 19 hingga 31 derajat Celsius.

Kelembaban udaranya berkisar antara 55 hingga 97 persen.

Lalu, kecepatan angin berkisar antara 04 hingga 16 kilometer per jam yang berhembus dari arah Barat Daya ke Timur Laut.

Berita selengkapnya klik di sini!

Sumber: Tribun Padang
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved