Gedung Joang '45, Tempat Para Pemuda Kota Padang Merespon Berita Proklamasi Kemerdekaan Indonesia

Gedung Joang '45 atau Gedung Balai Penerangan Pemuda Indonesia (BPPI) Padang terletak di Jalan Pasar Mudik No 50, Kelurahan Pasar Gadang, Kecamatan Pa

Gedung Joang '45, Tempat Para Pemuda Kota Padang Merespon Berita Proklamasi Kemerdekaan Indonesia
TribunPadang.com/Rizka Desri Yusfita
Gedung Joang 45.jpg 

Laporan Wartawan TribunPadang.com, Rizka Desri Yusfita

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Gedung Joang '45 atau Gedung Balai Penerangan Pemuda Indonesia (BPPI) Padang terletak di Jalan Pasar Mudik No 50, Kelurahan Pasar Gadang, Kecamatan Padang Selatan, Kota Padang.

Sejarawan Indonesia Gusti Asnan mengatakan Gedung Joang '45 atau Gedung BPPI merupakan gedung tempat para pemuda di Kota Padang merespon berita proklamasi kemerdekaan RI.

"Gedung Joang '45 itu tempat atau markas dari para pemuda yang punya andil besar dalam merespon berita proklamasi yang diproklamirkan Soekarno-Hatta pada 17 Agustus 1945 di Jakarta," kata Gusti Asnan, Senin (12/8/2019).

Dilanjutkan Gusti Asnan, berita proklamasi kemerdekaan RI pertama kali diterima seorang pegawai Pos Telepon dan Telegraf (PTT) yang diperbantukan di Kantor Berita Domei milik tentara Jepang, di Bukittinggi, Sumatera Barat.

"Berita itu pertama kali diterima di Bukittinggi. Residen Sumatera saat itu yang dijabat Moehammad Sjafei tidak percaya dengan berita kemerdekaan tersebut.

Dan dia lari ke Padang Panjang saat awal-awal Indonesia mardeka," jelas Gusti Asnan yang saat ini beraktivitas sebagai Guru Besar Ilmu Sejarah Universitas Andalas (Unand) Padang.

TRIBUNWIKI : 5 Objek Wisata Sejarah di Kota Batusangkar, Sumatera Barat

Mampir ke Perpustakaan Masjid Raya Gantiang Padang Punya 954 Koleksi Buku Fiqih hingga Sejarah Islam

Gusti Asnan melanjutkan, kegamangan tokoh-tokoh tua termasuk Moehammad Sjafei hampir sama dengan keragu-raguan Soekarno-Hatta saat diminta untuk memproklamasikan kemerdekaan.

"Tokoh-tokoh tua tidak mau atau bisa dikatakan tidak percaya dengan berita kemerdekaan, termasuk Moh Syafei ketika itu jadi residen di Sumatera.

Yang merespon itu hanya pemuda-pemuda. Sama dengan Jakarta. Soekarna Hatta juga tidak percaya dan tidak mau memproklamirkan kemerdekaan.

Pertama dalam Sejarah, Jemaah Calon Haji dari Indonesia Disambut Pangeran Arab Saudi

Tank Bersejarah Ini Bakal Hiasi Objek Wisata Pantai Padang, Pernah Dipakai untuk Operasi Trikora

Ratu Tisha Terpilih Jadi Wakil Presiden AFF sekaligus Sejarah Baru Persepakbolaan Asia Tenggara

Halaman
1234
Penulis: Rizka Desri Yusfita
Editor: Mona Triana
Sumber: Tribun Padang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved