Solok Selatan

KISAH Perjuangan drg Romi Pernah Bekerja Gunakan Selang Kateter hingga Digendong ke Kursi Roda

Perjuangan drg Romi Syofpa Ismael yang nyaris gagal menjadi PNS di Kabupaten Solok Selatan, kini hanya menunggu SK penetapan dirinya menjadi PNS.

Penulis: Rizka Desri Yusfita | Editor: Emil Mahmud
TribunPadang.com/Rizka Desri Yusfita
Asisten Deputi Perlindungan Hak Perempuan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) Nyimas Aliyah mendampingi drg Romi Syofpa Ismael.jpg 

Perjuangan drg Romi untuk Jadi Abdi Negara, Pernah Bekerja Gunakan Selang Kateter hingga Digendong ke Kursi Roda

Laporan Wartawan TribunPadang.com, Rizka Desri Yusfita

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Perjuangan drg Romi Syofpa Ismael yang nyaris gagal menjadi PNS di Kabupaten Solok Selatan, kini hanya menunggu SK penetapan dirinya menjadi PNS.

Ami -- sapaan drg Romi -- berikut orang tua dan keluarga besar lainnya sempat terpukul ketika kelulusannya jadi PNS dibatalkan sepihak tersebut.

"Sedihnya Ami beliau (orang tua-red) tahu. Psikis Ami mereka rasakan juga. Orang tua ikut merasakan suasana Ami Selasa (6/8/2019) kemarin itu.

Ami menangis, mereka juga ikut termenung dan diam. Dua-duanya begitu," cerita Ami saat ditemui di kantor gubernur Sumbar, Selasa.

Drg Romi usai memenuhi undangan Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit di lobi kantor gubernur, Selasa (6/8/2019).
Drg Romi usai memenuhi undangan Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit di lobi kantor gubernur, Selasa (6/8/2019). (TRIBUNPADANG.COM/RIZKA DESRI YUSFITA)

Ami mengaku Tahun 2015 lalu, dirinya menjadi dokter pada program PTT Kemenkes dalam kondisi sehat dan ditempatkan di Puskesmas Talunan, Solok Selatan.

Selanjutnya, pada Tahun 2016 ia melahirkan anak keduanya hingga mengalami perubahan di bagian tubuhnya.  

"Saya mengalami paraplegia. Lemah pada tulang tungkai. Kondisi saya saat itu sangat parah.

Anak-anak berpisah sama Ami. Anak dirawat oleh mertua, supaya saya optimal bekerja.

Bahkan, Ami sempat pakai selang kateter. Lalu, dari mobil ke kursi roda harus digendong. Dengan kondisi seperti itu, Ami juga masih tetap bekerja," tutur Ami berkaca-kaca.

Dokter Romi Maafkan Pelapor yang Akibatkan Pembatalan CPNS Dirinya, Titip Pesan untuk drg. LS

Ami mengatakan, saat kondisinya memprihatinkan saja dia masih bekerja apalagi dalam kondisinya saat ini yang sudah membaik.

"Saat itu juga Ami sebenarnya harus terapi ke rumah sakit. Tetapi Ami lebih memilih terapi sendiri di rumah agar sakitnya Ami tidak menganggu pekerjaan.

Bayangkan pengorbanan Ami? Sedangkan, kondisi parah masih pelayanan, apalagi kondisi sudah membaik. Sekarang Ami sudah bisa berdiri," ucap Ami.

POPULER SUMBAR - Hak drg Romi Syofpa Dikembalikan|Kisah Paskibraka Nasional Asal Sumbar

Halaman
12
Sumber: Tribun Padang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved