Sosok Amnasmen, Ketua KPU Sumbar Dua Periode: Selalu Tanamkan Kejujuran dalam Bekerja

Amnasmen, begitu tulisan yang terpampang di papan nama pintu masuk ruangannya. Ia menjabat sebagai Ketua KPU Sumatera Barat ( Sumbar) dua periode.

Tayang:
Penulis: Rizka Desri Yusfita | Editor: Saridal Maijar
TRIBUNPADANG.COM/RIZKA DESRI YUSFITA
Ketua KPU Sumbar, Amnasmen 

Laporan Wartawan TribunPadang.com, Rizka Desri Yusfita

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Amnasmen, begitu tulisan yang terpampang di papan nama pintu masuk ruangannya.

Ia menjabat sebagai Ketua KPU Sumbar masa bakti 2013-2018 dan masa bakti 2018-2023.

Pria kelahiran Solok 16 Desember 1969 ini dikenal sebagai sosok senior yang berpengalaman sebagai ketua KPU Sumbar.

Sebelum diamanakan menjadi Ketua KPU Sumbar, Amnasmen pernah jadi ketua KPU Solok dua periode 2003-2008 dan 2008-2013.

Awalnya, ia pernah bekerja di dua perusahaan sebagai Direktur pada CV Bangun Permata 1992-2005 dan PT Dwi Daya 1991-1993.

Pendidikan diawali dengan Sekolah Dasar di SDN 4 Solok tamat 1983, SMPN 2 Solok tamat 1986 dan SMAN 1 Solok tamat 1989, dan S1 Fakultas Hukum Unand.

Promo Ramadhan di Hotel Ibis Padang, Tawarkan Buka Puasa All You Can Eat dengan Sumarak Ramadan

Puasa Hari Pertama Satpol PP Kota Padang Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Bypass 

Amnasmen mengaku dari kecil orang tuanya selalu menerapkan budaya membaca terhadap dia dan delapan saudaranya.

Orang tua Amnasmen bukan seorang akademisi, melainkan hanya seorang pedagang atau wirausaha.

"Ayah saya adalah seorang kontraktor. Ia punya usaha angkutan dan furniture (perabot)," kata Amnasmen saat bercerita di ruang kerjanya.

Meskipun begitu, orang tua Amnasmen selalu mengajarkan anak-anaknya mandiri sejak kecil.

Amnasmen dan delapan saudaranya diajarkan cukup ketat dan disiplin.

"Di lorong toko, orang tua saya membuat sebuah ruangan lebih kurang berukuran 3X4 untuk pustaka.
1975, saat itu saya belum menduduki bangku SD.

Hingga menduduki bangku SMP, perpustakaan tersebut bisa dinikmati oleh masyarakat umum," kata Amnasmen.

Deretan buku berjejer di perpustakaan mini tersebut. Di antaranya buku sejarah Tariqh Islam, Sejarah
nabi Muhammad pengarang Haikal, Tafsir Al Azhar Hamka, serta buku-buku novel.

Sumber: Tribun Padang
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved