Mengenali Linen Rumah Sakit, Inilah Jenis Bahan dan Keunggulannya
Linen atau yang dikenal dengan bahan yang terbuat dari kain sering ditemukan di setiap ruangan rumah sakit
Penulis: Rizka Desri Yusfita | Editor: Emil Mahmud
Laporan Wartawan TribunPadang.com, Rizka Desri Yusfita
TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Linen atau yang dikenal dengan bahan yang terbuat dari kain sering ditemukan di setiap ruangan rumah sakit (RS).
Selama ini kebutuhan linen di setiap ruangan bervariasi, baik jenis, jumlah maupun kondisinya.
Kepala Instalasi Binatu RSUP M Djamil Padang, Andriyeni menyebutkan bahwa linen di ada di RS terdiri atas linen medis dan linen non medis.
"Linen medis antara lain sarung meja mayo, stik laken operasi, jas operasi, sarung kaki, duk bolong, pengalas tindakan invasive, dan lain-lain," kata Andriyeni, kepada TribunPadang.com, Rabu (27/2/2019).
Andriyeni menyebutkan linen non medis, antara lain laken, stik laken, sarung bantal, selimut, bed cover atau baju, celana piyama, taplak meja, gorden, dan lain-lain.
Produksi linen dikatakan terbuat dari bahan katun 100 persen, drill, flanel, handuk katun, katun cotton viscose (CVC) , okspor, dan tetra.
"Linen katun CVC warna putihnya menetap, tidak kuning meski sering digunakan, kalau dicuci makin bagus," kata wanita yang akrab disapa Uni Yen ini.
Selain itu, bidang kain katun CVC relatif lebih luas sehingga bahan linen katun tersebut lebih banyak digunakan.
"Bidang kainnya 290 cm, lebih luas dibandingkan kain biasa yang hanya 250 cm," tambah ibu dari tiga anak ini.
Disebutkan, katun CVC sepanjang 1 meter harganya Rp 70 ribu. Sedangkan katun biasa hanya Rp 32 ribu.
"Katun CVC cocok digunakan dalam kondisi cuaca apapun," ucap Uni Yen seraya menyebutkan Biasanya pihak RS membeli katun CVC di daerah Jakarta.
(TribunPadang.com/Rizka Desri Yusfita)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/linen-rs.jpg)