Kegiatan Sosial "Kopi Dindiang" ala Lapau Ongga di Kota Padang

Kegiatan sosial Kopi Dindiang merupakan konsep yang dimiliki Lapau Ongga yang beralamat di Jalan Mudiak No 47, Pasa Mudiak, Pasa Gadang, Kota Padang.

Editor: Mona Triana
TribunPadang.com /Nadia Khairani Nazar
Suasana di Lapau Ongga yang beralamat di Jalan Mudiak No 47, Pasa Mudiak, Pasa Gadang, Kota Padang, Sumatera Barat, Rabu (13/2). Konsep "Kopi Dindiang" bertujuan untuk memberikan kesempatan berbagi sesama kepada orang yang membutuhkan. 

Laporan Wartawan TribunPadang.com, Nadia Nazar

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Kegiatan sosial Kopi Dindiang merupakan konsep yang dimiliki Lapau Ongga yang beralamat di Jalan Mudiak No 47, Pasa Mudiak, Pasa Gadang, Kota Padang, Sumatera Barat.

Konsep "Kopi Dindiang" bertujuan memberikan kesempatan berbagi sesama kepada orang yang membutuhkan.

Nuryetti Zainun (57), pemilik dari Lapau Ongga mengatakan kepada wartawan Tribunpadang.com, Rabu (13/2/2019) kegiatan ini sama halnya seperti bersedekah dalam bentuk makanan dan minuman.

"Makanan dan minuman itu nantinya diberikan kepada pemulung, kaum dhuafa, bahkan orang gila yang datang ke sini," katanya.

Konsep dari kegiatan Kopi Dindiang, beli satu jenis makanan namun bayar dua makanan.

Kopi Robusta Asal Solok Selatan Jadi Pilihan Lapau Ongga di Kota Padang

Jangan Lewatkan Promo Minang Mande Cake! Buy 2 Get 1, Hemat Rp 25 Ribu!

Minang Mande Cake Hadir di Jalan Proklamasi di Padang, Inilah Deretan Kue Artis di Ranah Minang

Sistem kerjanya yaitu menuliskan makanan atau minuman yang ingin disumbangkan pada kertas (sticky note) yang telah disediakan.

Satu kertas dituliskan satu jenis makanan.

Kemudian bayar makanan atau minuman yang akan disumbangkan tersebut kepada pemiliki atau pengelola lapau, bersamaan dengan makanan atau minuman yang telah dinikmati di tempat.

"Misal kita makan sepiring lontong seharga Rp 6 ribu lalu menyumbangkan segelas kopi seharga Rp 8 ribu maka harga yang harus dibayar Rp 12 ribu," jelas Nuryetti.

Lalu, tempelkan kertas yang bertuliskan sumbangan tersebut pada dinding yang disediakan setelah di bayar.

Lapau Ongga juga tidak memberi batasan jumlah makanan atau minuman yang ingin disumbangkan.

"Kopi dindiang ini bisa penuh dengan menu dalam sehari," ungkap perempuan berhijab ini.

Bagi pengunjung dari luar daerah Kota Padang juga bisa ikut menyumbang lewat transfer atm.

"Pernah dari luar negeri seperi Yunani dan Austria, mengirim uang sekitar Rp 200 ribu hingga Rp 1 juta untuk Kopi Dinding ini" tutur Owner Lapau Ongga.

konsep Kopi Dindiang bermula dari seorang pelanggan Lapau Ongga yang mendapat cerita dari temannya tentang kopi dinding di Venesia Italia, kemudian diterapkan di Lapau Ongga. (TribunPadang.com/Nadia Nazar)

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved