Wanita Ini Makan 5 Kumbang Hidup Setiap Hari, Katanya untuk Mencegah Kanker

Seorang wanita asal California ini menelan sekitar lima kumbang hidup setiap hari sebagai cara untuk mencegah pertumbuhan tumor dan kanker.

Wanita Ini Makan 5 Kumbang Hidup Setiap Hari, Katanya untuk Mencegah Kanker
Tribunjakarta.com
Ilustrasi Kumbang 

TRIBUNPADANG.COM - Seorang wanita asal California ini menelan sekitar lima kumbang hidup setiap hari sebagai cara untuk mencegah pertumbuhan tumor kanker dan meningkatkan sistem kekebalan tubuhnya.

Dilansir dari laman odditycentral.com, Marcela Iglesias, seorang ibu dari tiga anak dari Los Angeles, California, percaya bahwa mengkonsumsi kumbang hidup setiap hari bisa menjadi cara terbaik untuk mencegah kanker, mengobati rasa sakit kronis, radang sendi dan berbagai masalah pencernaan.

Menelan mereka dalam keadaan hidup sangat penting karena serangga ini diduga melepaskan racun yang disebut "coleotoxin" ketika mereka mati.

Teori ini didukung oleh penelitian 2011 yang menemukan bahwa coleotoxin mengurangi pertumbuhan sel tumor hingga lebih dari 70 persen.

Siswi Kelas 3 SD Berikan Tabungannya dan Surat ke Prabowo: Biar Bapak Jadi Presiden

5 Fakta Mantan Atlet yang Selamat Setelah Lompat dari Lantai 3 Rutan Padang, Alasan Ingin ke Langit

Penelitian itu dianggap kontroversi oleh banyak orang di komunitas ilmiah, tetapi Iglesias tidak terlalu peduli, mengatakan bahkan jika serangga tidak benar-benar membantu mencegah kanker, mereka masih merupakan sumber protein.

Wanita kelahiran Argentina yang pindah ke California 20 tahun yang lalu membiakkan kumbang di ruang tamunya dan mengklaim biaya pemeliharaannya sangat rendah.

Mereka tinggal di sebuah wadah kecil, dan yang harus dia lakukan hanyalah mengganti potongan roti, gandum, dan selada.

Kumbang berkembang biak dengan cepat sehingga Iglesias selalu memiliki persediaan yang berlimpah untuk dikonsumsi.

Iglesias mengatakan dia belajar tentang manfaat menelan kumbang hidup dari seorang teman dekat yang telah berjuang melawan kanker stadium akhir.

Setelah mengalahkannya sekali, pria itu diberikan hanya beberapa bulan untuk hidup dengan kemoterapi, tetapi ia menolak perawatan karena itu membuatnya merasa mengerikan.

Kembangkan Silat di Sekolah-sekolah, Fauzi Bahar: Dapat Menghindari Tauran, Narkoba dan LGBT

1.079 Mahasiswa Unand Diwisuda, Ini Harapan Rektor

Halaman
12
Editor: Saridal Maijar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved