Idul Fitri 2026

Objek Wisata dan Kuliner Bukittinggi yang Sayang Dilewatkan saat Libur Lebaran

Di Kota Bukittinggi, banyak spot wisata dan kuliner yang bisa masuk daftar Tribunners seusai silaturahmi Idul Fitri.

Tayang:
Editor: afrizal
TribunPadang.com/Fajar Alfaridho Herman
PANORAMA BARU- Penampakan salah satu spot di kawasan Panorama Baru, Kota Bukittinggi beberapa waktu lalu. Di Kota Bukittinggi, banyak spot wisata dan kuliner yang bisa masuk daftar dikunjungi seusai silaturahmi Idul Fitri. 

Penjual biasanya menyajikan aneka lauk seperti gulai tambusu (usus isi tahu dan telur), gulai ayam, gulai cubadak (nangka), hingga dendeng balado yang pedas menggigit. 

Penyajiannya pun unik, diambil menggunakan sendok panjang dari balik etalase bertingkat. 

Saat Lebaran, lapak nasi kapau di sekitar Pasar Ateh dan pusat kota hampir tak pernah sepi pembeli.

2. Nasi Tungkuih Daun

Nasi tungkuih daun juga jadi incaran utama saat Lebaran di Bukittinggi

Dibungkus rapi dengan daun pisang yang masih segar, nasi ini punya aroma khas yang langsung tercium begitu bungkusnya dibuka. 

Isinya biasanya sederhana namun lengkap, mulai dari nasi putih hangat, rendang atau gulai ayam, sambal lado merah, hingga sayur nangka. 

Justru dari kesederhanaan itulah letak keistimewaannya—rasa gurih, pedas, dan wangi daun pisang berpadu jadi satu, menghadirkan sensasi makan yang lebih nikmat dan autentik, apalagi disantap bersama keluarga setelah seharian berkeliling menikmati suasana Lebaran.

3. Pisang Santan

Pisang santan menawarkan cita rasa yang lebih lembut dan berkuah. 

Potongan pisang disajikan dengan kuah santan gurih yang hangat, terkadang ditambahkan sedikit gula atau garam untuk menyeimbangkan rasa. 

Sensasinya sederhana namun menenangkan, manisnya pas dan tidak berlebihan. 

Hidangan ini biasanya jadi pilihan bagi yang ingin camilan ringan, tetapi tetap mengenyangkan dan menghangatkan tubuh di tengah udara sejuk Bukittinggi.

4. Pisang Kapik

Pisang kapik menjadi salah satu jajanan yang hampir selalu ada saat suasana Lebaran di Bukittinggi

Pisang yang sudah matang dibakar di atas bara api hingga mengeluarkan aroma harum, lalu dipipihkan dan disiram gula merah cair yang kental. 

Teksturnya lembut di dalam dengan sedikit sensasi karamel di bagian luar. 

Perpaduan rasa manis legit dan aroma asap yang khas membuat pisang kapik cocok dinikmati sore hari, apalagi setelah lelah berjalan-jalan bersama keluarga.

Perpaduan destinasi wisata yang beragam dan kekayaan kuliner tradisional membuat Bukittinggi selalu menjadi pilihan utama saat Idulfitri. 

Tak hanya sekadar berlibur, momen ini juga menjadi cara untuk mempererat kebersamaan keluarga sambil menikmati keindahan alam dan cita rasa Minangkabau yang autentik. (Mg/Filya Hasdi)

Sumber: Tribun Padang
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved