TOPIK
Tragedi Tambang Sijunjung
-
Data Walhi mencatat sedikitnya 48 orang meninggal dunia akibat berbagai insiden yang berkaitan dengan tambang emas ilegal sepanjang 2012 hingga 2026.
-
Helmi menjelaskan, hingga saat ini Sumatera Barat telah memiliki 121 blok WPR dengan total luasan mencapai lebih dari 5.900 hektare.
-
“PETI ini juga menyentuh sektor-sektor lain. Misalnya BBM. BBM kita di Sumbar jadi sulit, itu salah satunya karena PETI ini juga,” ujarnya.
-
Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, turun langsung menemui masyarakat dan meninjau aktivitas pertambangan emas
-
“Apalagi kita mendengar bahwasanya di lapangan itu juga bermacam-macam, ada yang mungkin dari oknum-oknum,” ujarnya.
-
Mahyeldi juga menyinggung adanya dugaan keterlibatan oknum dalam aktivitas tambang ilegal yang selama ini masih beroperasi di wilayah Sumbar.
-
“Bahkan kemarin saya minta itu ditutup lokasi ditutup, karena memang berisiko lagi. Supaya tidak menyebabkan korban-korban baru,” ujarnya.
-
Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi, mengungkap keterlibatan sejumlah oknum di lapangan yang membentengi aktivitas tambang emas ilegal
-
Prof. Isril Berd mengungkap karakteristik tanah regosol di Sijunjung menjadi penyebab utama longsor maut di lokasi tambang emas ilegal.
-
WALHI Sumbar menyebut tragedi tambang emas ilegal di Sijunjung yang memakan korban jiwa sebagai bentuk kegagalan nyata dari negara.
-
WALHI Sumatera Barat mendesak aparat penegak hukum segera menangkap pemodal dan pihak yang diduga membekingi aktivitas tambang
-
Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) mendesak Kapolda Sumbar, Irjen Pol Djati Wiyoto Abadhy yang menggantikan Irjen Pol Gatot Tri
-
Pengabaian terhadap imbauan aparat kepolisian berujung tragedi maut di lokasi tambang emas tradisional di Sijunjung
-
Atas kondisi tersebut, WALHI Sumbar mendesak pemerintah daerah dan aparat penegak hukum segera mengambil tindakan tegas.
-
Sebanyak 48 warga meninggal dunia akibat aktivitas tambang ilegal di Sumatera Barat, termasuk sembilan orang kembali tewas
-
Polisi memeriksa pemilik tambang emas tradisional Sijunjung setelah longsor menewaskan sembilan pekerja di Sintuk, Jorong Taratak Betung
-
Kasi Kedaruratan BPBD Sijunjung, Heries, menyatakan bahwa pihaknya tidak turun ke lapangan saat proses pencarian dan pengangkatan jenazah berlangsung.
-
Tiba-tiba tebing yang berada sekitar 30 meter dari titik aktivitas penambangan mengalami longsor besar dan langsung menimbun para pekerja.
-
Nahas bagi para pekerja, tebing yang berada sekitar 30 meter dari titik koordinat aktivitas mereka mendadak mengalami longsor skala besar.
-
Bencana tanah longsor terjadi di lokasi yang diduga menjadi area Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Kabupaten Sijunjung